Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Bumi Artha (BNBA) Gelar Public Expose, Ini Materinya

Bank Bumi Arta (BNBA) menyebutkan dalam materinya terus memperluas aliansi digital.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  08:37 WIB
Ilustrasi kartu pembayaran berlogo GPN terbitan PT Bank Bumi Arta Tbk. - www.bankbba.co.id
Ilustrasi kartu pembayaran berlogo GPN terbitan PT Bank Bumi Arta Tbk. - www.bankbba.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) dijadwalkan menggelar public expose insidentil pada hari ini (23/2/2021) pukul 14.00 WIB secara virtual.

Penyelenggaraan public expose itu merupakan langkah manajemen perseroan menanggapi pengumuman unusual market activity (UMA) dari Bursa Efek Indonesia pada 16 Februari 2021.

Dikutip dari materi public expose perseroan, Bank Bumi Arta memiliki tiga rencana utama digital yang akan dilakukan. Rencana tersebut merupakan bagian dari transformasi perbankan digital perseroan.

Pertama, meningkatkan kemampuan IT. Perseroan terus meningkatkan kemampuan IT untuk menarik lalu lintas pelanggan dan memungkinkan integrasi lintas platform.

Kedua, kemitraan digital. "Kami terus mencari kemungkinan aliansi strategis dengan pelaku industri digital untuk mengeksplorasi peluang sinergi," terangnya dalam materi public expose, dikutip Selasa (23/2/2021).

Ketiga, konsolidasi kantor cabang. Hal tersebut dilakukan dengan cara selektif mengkonsolidasikan kantor cabang fisik dengan penekanan pada akuisisi pelanggan melalui saluran digital.

Manajemen menyampaikan upaya transformasi perbankan digital telah dirintis dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya pada tahun lalu, Bank Bumi Arta telah menyediakan layanan individual internet banking untuk nasabah ritel dan layanan virtual account untuk memudahkan rekonsiliasi tagihan.

Pada tahun sebelumnya, perseroan juga telah menyediakan layanan BBA Mobile Banking dan Flazz Co-branding dengan Bank Central Asia (BBCA).

Meski begitu dalam materi public expose, perseroan tidak menjelaskan lebih lanjut soal kemitraan digital yang sedang dilakukan.

Di sisi lain, santer beredar kabar bahwa Sea Group tertarik mengakuisisi Bank Bumi Artha untuk mengembangkan bank digital di Indonesia.

Sebelumnya, pemilik usaha belanja daring Shopee itu, telah menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) yang kemudian berubah nama menjadi PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) sejak 10 Februari 2021.

Setelah diakuisisi Sea Group, OJK mengkonfirmasi Bank BKE akan dikonversi menjadi bank digital. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto ketika menjelaskan mengenai ketentuan bank digital yang ditargetkan rampung dalam semester I/2021.

Anung menjelaskan pendirian bank digital terbagi menjadi dua jenis. Pertama, pendirian bank baru yang sepenuhnya adalah bank digital. Untuk ini, investor menyampaikan proposal kepada OJK untuk mendirikan bank digital.

Kedua, transformasi bank eksisting menjadi bank digital. Transformasi tersebut seperti Bank Royal akan dikonversi menjadi bank digital setelah diakuisisi Bank BCA, serta Bank BKE yang akan menjadi bank digital setelah masuknya Sea Group.

"Transformasi bank eksisting menjadi bank digital misalnya Sea Group yang sudah masuk di BKE," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bumi arta shopee
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top