Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggarkan Dana Hingga Rp3,15 Triliun, GIC Singapura Siap Beli Bank Jago (ARTO)

GIC bakal merogoh kantongnya hingga sebanyak-banyaknya US$225 juta atau setara Rp3,15 triliun untuk menyerap sekitar 1,19 miliar unit HMETD Bank Jago.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  10:28 WIB
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Government of Singapore Investment Corporation Private Limited (GIC), yakni lembaga dana investasi miliki pemerintah Singapura, tengah bersiap untuk menjadi pemegang saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO). 

GIC Singapura akan membeli saham perseroan lewat aksi korporasi penawaran umum terbatas (PUT) II dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan digelar pada 8 Maret 2021. 

Berdasarkan prospektus perseroan yang dikutip Bisnis, Jumat (26/2/2021), ARTO bakal menerbitkan 3 miliar saham baru senilai Rp100 per saham dan mengincar dana segar sebesar Rp7,05 triliun. HMETD akan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp2.350 per saham.

Adapun, GIC bakal merogoh kantongnya hingga sebanyak-banyaknya US$225 juta atau setara Rp3,15 triliun untuk menyerap sekitar 1,19 miliar unit HMETD Bank Jago. 

Saham yang diserap GIC merupakan pengalihan dari sebagian HMETD yang tidak diserap oleh pemegang saham pengendali dan utama ARTO, yakni MEI alias PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia serta dari DKAB alias PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gojek) 

Hingga 29 Januari 2021, MEI yang dimiliki oleh Jerry Ng masih tercatat menggenggam 37,65% saham ARTO, sedangkan Gojek memiliki 22,16%. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akaan mengalami dilusi maksimal sebesar 21,65%. 

Sebelumnya, Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun menyampaikan tujuan penerbitan saham baru melalui rights issue yakni untuk memperkuat struktur modal sehingga dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun. Adapun, modal inti perseroan saat ini senilai sekitar Rp1,2 triliun.

Tujuan lainnya yakni untuk melakukan investasi infrastruktur IT dan rekrutmen sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan emiten bank bank jago
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top