Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue, GIC Singapura Bakal Genggam 9 Persen Bank Jago (ARTO) 

Dalam prospektus HMETD yang dipublikasikan hari ini, GIC Private Limited akan mengenggam kepemilikan saham di Bank Jago sebesar 9,67% setelah pelaksanaan PMHMETD II. GIC menyerap 1,34 miliar saham yang merupakan pengaliham dari MEI dan DKAB.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  12:05 WIB
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. bersiap mendapatkan calon investor baru. Setelah dibeli Gojek, saham emiten berkode ARTO itu kali ini akan dibeli oleh GIC (Government of Singapore Investment Corporation Private Limited), lembaga dana investasi miliki pemerintah Singapura.

GIC akan masuk ke perseroan lewat aksi korporasi yang akan digelar bulan depan, yakni rights issue. Seperti diberitakan, ARTO akan menggelar penawaran umum saham terbatas (PUT) II dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Wakil Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan rights issue kali ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada September 2020. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan 3 miliar saham baru.

"Dalam pelaksanaan rights issue, kami sudah mulai sejak Desember. Dan kami lihat dalam dua bulan prosesnya memang animo sangat tinggi yang tercermin dari harga sahamnya yang naik sangat tinggi," katanya dalam media briefing, Jumat (26/2/2021).

Arief mengatakan secara berkala perusahaan publik berbicara dengan investor yang menyampaikan minatnya. Para calon investor tersebut datang dari berbagai institusi keuangan maupun fund manager.

"Yang paling besar adalah GIC, sovereign wealth fund dari Singapura. Mereka menyatakan tertarik dan berkomitmen, mereka akan invest sekitar 1,3 miliar saham atau 9% dari total keseluruhan saham," imbuhnya.

Dalam prospektus HMETD yang dipublikasikan hari ini, GIC Private Limited akan mengenggam kepemilikan saham di Bank Jago sebesar 9,67% setelah pelaksanaan PMHMETD II. GIC menyerap 1,34 miliar saham yang merupakan pengaliham dari MEI dan DKAB.

Arief mengatakan dengan tingginya animo investor, maka perseroan menerbitkan saham baru mencapai 3 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.350. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi dana segar sebesar Rp7,05 triliun dari rights issue, sekaligus membawanya naik peringkat menjadi kategori BUKU 3.

"Kami tidak expect sampai 3 miliar lembar saham, dari sebelumnya hanya untuk memenuhi Rp3 triliun," imbuhnya.

Selanjutnya, perseroan memiliki rencana untuk masuk ke kelas BUKU yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Bank Jago berencana kembali melakukan penambahan modal di tahun mendatang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan singapura bank jago
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top