Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Covid-19, BI Pangkas Suku Bunga Acuan ke Level Terendah Sepanjang Sejarah

Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 150 basis poin hingga ke level terendah 3,50 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  15:06 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah merebak selama setahun di Indonesia dan berdampak pada terkontraksinya perekonomian, pertama kalinya sejak krisis 1998 lalu.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 150 basis poin hingga ke level terendah 3,50 persen.

“BI sudah sangat agresif menurunkan suku bunga BI menjadi 3,5 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, belum lama ini.

Dengan suku bunga acuan yang telah berada pada level terendah, Perry mengatakan bahwa ruang penurunannya pun sudah sangat terbatas ke depan.

Menurut Perry, Bank Sentral selama masa pandemi telah berupaya keras menggunakan seluruh instrumen kebijakannya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Di samping kebijakan suku bunga, BI juga telah melakukan penambahan likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan. Per 16 Februari 2021, QE yang dilakukan BI telah mencapai Rp750,38 triliun atau setara dengan 4,86 persen dari PDB sejak 2020 lalu.

“BI telah menambah likuiditas di perbankan sebesar Rp750,38 triliun atau 4,86 persen dari PDB, termasuk salah satu yang terbesar di emerging market,” kata Perry.

Selain itu, BI juga telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) dengan skema burden sharing sebesar Rp40,77 triliun, mulai dari awal tahun hingga 16 Februari 2021, sesuai dengan keputusan bersama BI dengan Menteri Keuangan pada 16 April 2020 yang diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

Pada Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2021 lalu, Bank Sentral juga memutuskan untuk melonggarkan rasio Loan To Value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah hingga 100 persen dan pelonggaran uang muka 0 untuk kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen untuk mendorong konsumsi masyarakat.

BI sudah all out di semua instrumen bersinergi untuk memulihkan ekonomi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top