Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Jadi Jalan Terbaik untuk Jiwasraya

Di satu sisi pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya menunjukkan tanggung jawab, sedangkan pemegang polis diminta kerelaan untuk penyelesaian investasi asuransi melalui restrukturisasi.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  20:44 WIB
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai sebagai opsi terbaik, karena menggunakan pola berbagi beban antara pemerintah dan pemegang polis.

Toto Pranoto, Pengamat BUMN mengatakan bahwa restrukturisasi menjadi pilihan terbaik dibandingkan dengan opsi lainnya. Apalagi saat ini pemerintah telah memulainya dengan mendirikan IFG Life dan menyuntikan dana hampir Rp20 triliun selama 2 tahun.

“Dengan dukungan sinergi BUMN maka potensi market perusahaan baru ini sangat besar. Dengan pengelola yang profesional dan mengedepankan prinsip GCG diharapkan sustainability akan lebih terjaga,” katanya.

Toto menuturkan, berbagi beban atau sharing the pain menjadi alternatif yang dapat dikerjakan dalam kondisi sulit seperti saat ini. Di satu sisi pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya menunjukkan tanggung jawab, sedangkan pemegang polis diminta kerelaan untuk penyelesaian investasi asuransi melalui restrukturisasi.

Salah satu opsi yang dapat dipilih pemegang polis, katanya, ialah perpanjangan tenor yang memberikan kesempatan IFG Life menyelesaikan kewajiban kepada eks pemegang polis Jiwasraya. Pemegang polis yang migrasi ke IFG Life nantinya akan memiliki harapan yang lebih baik.

Sementara itu, pemegang polis Jiwasraya yang tidak setuju dengan pilihan restrukturisasi atau berpindah ke IFG Life punya opsi pengembalian investasi yang lebih terbatas. Alasannya, sumber pengembalian investasinya hanya mengandalkan aset Jiwasraya yang tersisa dan jumlahnya relatif tidak besar.

“Asumsinya prospek bisnis IFG Life bisa dieksekusi  dengan optimal, sehingga return yang dihasilkan entitas baru ini juga cukup besar. Model bisnis dengan mengedepankan teknologi digital [insurtech] seperti di PingAn China bisa menjadi rujukan IFG Life,” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top