Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Jiwasraya Sesuai Aturan

Pengaturan mengenai restrukturisasi terdapat dalam Peraturan OJK Nomor 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  15:41 WIB
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA – Program restrukturisasi yang dijalankan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai telah sesuai dengan regulasi, karena diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kapler A Marpaung, Dosen Program MM-Fakultas Ekonomika & Bisnis Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa pengaturan mengenai restrukturisasi terdapat dalam Peraturan OJK Nomor 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.

Beleid itu mengatur bahwa penyehatan keuangan dapat dilakukan dengan restrukturisasi aset dan/atau liabilitas, penambahan modal disetor, pemberian pinjaman subordinasi, peningkatan tarif premi, pengalihan sebagian atau seluruh portofolio, penggabungan badan usaha.

Menurutnya, restrukturisasi liabilitas yang dilakukan harus diikuti dengan penambahan modal dan menjadi solusi yang patut dilakukan.

“Jadi langkah yang paling patut dilakukan adalah Kementerian Keuangan sebagai pemegang Saham Jiwasraya menyetor tambahan modal disetor,” katanya kepada Bisnis, Senin (29/3/2021).

Restrukturisasi selama ini dinilai sebagai opsi paling baik dibandingkan pilihan lainnya untuk Jiwasraya.

Toto Pranoto, Pengamat BUMN mengatakan bahwa restrukturisasi menjadi pilihan terbaik dibandingkan opsi lainnya. Apalagi Pemerintah telah memulainya dengan mendirikan IFG Life dan menyuntikan dana hampir Rp20 triliun selama 2 tahun.

Toto berpendapat, dalam kondisi sulit seperti saat ini berbagi beban atau sharing the pain menjadi alternatif yang dapat dikerjakan. Pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya dapat menunjukkan tanggung jawabnya, sedangkan pemegang polis diminta kerelaan untuk penyelesaian investasi asuransi melalui restrukturisasi.

“Asumsinya, prospek bisnis IFG Life bisa dieksekusi dengan optimal, sehingga return yang dihasilkan entitas baru ini juga cukup besar. Model bisnis dengan mengedepankan teknologi digital [insurtech] seperti di PingAn China bisa menjadi rujukan IFG Life,”  tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top