Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertemuan D-8: Indonesia Soroti Ekonomi Syariah Jadi Pendorong Ekonomi

Wamenlu mendorong inisiatif negara D-8 untuk mengakselerasi perekonomian dengan kerja sama di bidang syariah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 April 2021  |  18:22 WIB
Wamenlu Mahendra Siregar. - Istimewa
Wamenlu Mahendra Siregar. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia mengajak Kelompok D-8 Negara Berkembang untuk mendorong ekonomi dengan kelebihan yang dimiliki para negara anggota yakni fokus mengembangkan ekonomi syariah.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan anggota Developing-8 (D-8) merupakan negara yang unggul di kalangan negara Islam, terutama di bidang industri halal dan keuangan syariah.

Kekuatan tersebut terlihat dari nilai GDP seluruh anggota D-8 yang mencapai US$4 triliun atau 5 persen total GDP global.

“D-8 perlu mendorong pemulihan ekonomi dengan fokus pada keunggulan komparatif kita,” katanya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 D-8 tahun 2021 secara virtual pada Rabu (7/4/2021).

Selain itu, total perdagangan mencapai US$1,6 triliun atau 4,5 persen perdagangan dunia. Bahkan, hampir 50 persen total perdagangan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berasal dari anggota D-8.

Untuk itu, Wamenlu mendorong inisiatif negara D-8 untuk mengakselerasi perekonomian dengan kerja sama di bidang syariah.

“Kita juga perlu mengembangkan ketahanan pada industri halal dengan mengembangkan zona industri halal dan hub bagi D-8. Hanya dengan fokus berupaya pada keunggulan kita, kita dapat meraih tujuan sebagai kekuatan ekonomi berikutnya pada 2050,” tandasnya.

Selain itu, Wamenlu RI juga mengungkapkan pentingnya akses vaksin yang adil di depan forum KTT D-8. Dia mengajak anggota D-8 agar menjadi yang terdepan dalam mempromosikan vaksin multilateralisme ketimbang vaksin nasionalis, dan vaksin proteksionisme.

Developing-8 (D-8) merupakan organisasi yang terdiri dari delapan negara berkembang yang mayoritas berpenduduk muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria.

D-8 bertujuan meningkatkan perdagangan antar negara anggotanya dan untuk meningkatkan posisi tawar di dalam kancah perekonomian dunia.

Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri D-8 ke-19 ini dipimpin oleh Bangladesh dan akan dilanjutkan pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ke-10 pada Kamis, 8 April 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah negara berkembang
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top