Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebelum Taruh Dana THR Untuk Investasi, Jangan Lupa Periksa Dana Darurat

Sebelum mengalokasikan dana THR untuk berinvestasi, masyarakat sebaiknya mengecek terlebih dahulu ketersediaan dana darurat.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  19:27 WIB
Karyawan menghitung mata uang rupiah di salah satu cabang MNC Bank, Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung mata uang rupiah di salah satu cabang MNC Bank, Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Alokasi dana darurat perlu diperhatikan sebelum masyarakat memutuskan untuk menginvestasikan dana yang didapat dari Tunjangan Hari Raya (THR).

Chief of Retail & SME Business Commonwealth Bank Ivan Jaya menuturkan sebelum mengalokasikan dana THR untuk berinvestasi, masyarakat sebaiknya mengecek terlebih dahulu ketersediaan dana darurat.

Ivan memaparkan, dana darurat yang harus dimiliki idealnya adalah sejumlah total pengeluaran selama 6 bulan untuk yang belum berkeluarga dan 12 bulan jika sudah berkeluarga.

“Apabila dana darurat yang dimiliki belum ideal, maka THR dapat menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah dana darurat, mengingat kondisi ekonomi yang masih dalam ketidakpastian,” katanya saat dihubungi pada Rabu (5/5/2021).

Selanjutnya, jika masyarakat sudah memiliki dana darurat yang seusai, THR baru dapat dialokasikan untuk menambah porsi investasi. Reksa dana bisa menjadi pilihan investasi yang tepat karena pembeliannya yang mudah dan nilainya pun terjangkau bisa dimulai dari Rp100.000.

Ivan menjelaskan, reksa dana pasar uang atau saham dapat menjadi aset pilihan bagi investor. Hal ini karena dana yang diinvestasikan akan berkembang lebih pesat bila dibandingkan dengan hanya menggunakan instrumen keuangan lain seperti tabungan.

“Selain itu, instrumen ini juga tetap bisa diambil sewaktu-waktu jika ada kebutuhan darurat,” lanjut Ivan.

Berdasarkan data BPS 2008–2018, inflasi tahunan dalam 10 tahun bila diakumulasikan sebesar 77 persen. Pada periode tersebut, kinerja saham dapat mengalahkan inflasi dengan kenaikan sebesar 125 persen serta obligasi pemerintah sebesar 95 persen.

Angka tersebut jauh dibawah kinerja aset safe haven, emas yang membukukan kenaikan sebesar 54 persen. Sementara itu, aset deposito yang memiliki risiko rendah juga hanya mencetak penguatan 61 persen.

“Jangan lupa, saat ini kita masih menerapkan social distancing. Penting untuk mencari instrumen investasi yang bisa dibeli dari rumah saja dengan memanfaatkan teknologi misalnya dengan internet atau mobile banking,” jelasnya.

Selain itu, alokasi ideal dana THR dapat dibagi menjadi 4 Pos, yaitu sebesar 10 persen diperuntukkan bagi zakat atau infaq, 40 persen dipergunakan untuk kebutuhan hari raya, 20 persen untuk kebutuhan mudik, dan 30 persennya disisihkan untuk investasi.

“Dengan adanya larangan mudik, dana sebesar 20 persen untuk kebutuhan mudik dapat dialokasikan sebagai tambahan investasi,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi thr thr lebaran
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top