Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak, Ini Tips Beli Properti Buat Milenial di Bawah 30 Tahun

Sedikitnya ada tiga tips untuk para milenial berusia 20-30 tahun yang tertarik membeli rumah atau apartemen sebelum menginjak usia 'kepala tiga'.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  15:34 WIB
Seorang pengunjung mengamati miniatur rumah saat pameran real estat./Antara - R. Rekotomo\r\n\r\n
Seorang pengunjung mengamati miniatur rumah saat pameran real estat./Antara - R. Rekotomo\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang pasti mendambakan memiliki properti pribadi, tak terkecuali para milenial yang tengah mengincar rumah tapak atau apartemen, dengan tujuan untuk dijadikan hunian sendiri maupun aset investasi.

Vina Yenastri, Ahli Properti dan Pembiayaan dari platform marketplace properti Pinhome, mengungkap bahwa masih banyak milenial yang bingung, bahkan tidak mengetahui apa saja pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum bertransaksi properti.

Oleh sebab itu, Vina menjelaskan sedikitnya ada tiga tips untuk para milenial berusia 20-30 tahun yang tertarik membeli rumah atau apartemen sebelum menginjak usia 'kepala tiga'.

Pertama, Vina menyarankan agar milenial membeli properti di area suburban, dengan mempertimbangkan kemudahan transportasi yang memudahkan akses ke pusat kota.

"Kalau memang mau beli properti sebelum usia 30 tahun, belilah properti yang berada di area suburban. Lokasinya tidak berada di pusat kota, tapi tetap gampang untuk bolak-balik ke kota atau ke daerah pusat kota dengan pertimbangan akses transportasi," ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/8/2021).

Tips kedua, milenial bisa mempertimbangkan untuk membeli apartemen terlebih dahulu karena lebih terjangkau dari segi harga dibandingkan langsung membeli rumah. Selain itu, apabila dijual kembali, kenaikan harganya potensial untuk bekal uang muka (DP) pembelian rumah nantinya.

Kemudian, tips ketiga, milenial juga dapat mempertimbangkan untuk membeli apartemen atau rumah yang masih berstatus inden, dari pengembang terpercaya.

"Bisa membeli properti saat masih tahap konsep atau land clearing, jadi masih inden. Karena bayar DP-nya bisa memakai metode cicilan, sehingga lebih meringankan, sembari mengumpulkan dana untuk biaya-biaya yang lain," ujarnya.

Selain tiga tips dasar tadi, Vina juga menekankan bahwa penting untuk mengetahui kelebihan dari masing-masing tipe properti. Sedikitnya ada empat tipe properti yang harus diperhatikan, mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, dan tanah.

Rumah tapak memiliki kelebihan bangunannya memang bisa diperluas atau ditingkatkan menjadi beberapa lantai. Lalu harga tanahnya bisa mengalami kenaikan harga untuk investasi. Selain itu, kita dapat menaikkan harga sewa jika kualitas bangunannya bagus.

"Sedangkan kalau apartemen, dari segi permintaan terbilang tinggi sehingga banyak orang yang lebih milih sewa karena lokasinya lebih dekat di pusat kota. Ditambah lagi, sekarang banyak orang yang mempertimbangkan menyewa apartemen dibandingkan tinggal di kost. Lalu jangka waktu sewanya juga fleksibel bisa bulanan, per enam bulan, atau tahunan. Dari segi fasilitas pun umumnya sudah lengkap tersedia seperti tempat olahraga, kolam renang, taman, dan lain-lain," terangnya.

Selain rumah dan apartemen, Vina menyebut ruko dapat menjadi pilihan yang tepat bagi milenial yang berencana atau sedang merintis usaha.

"Biasanya harga ruko selalu meningkat apalagi jika berlokasi di daerah strategis. Dari segi pengunjung juga banyak, sehingga orang akan berpikir ‘apabila sewa di sini untuk dijadikan usaha pun sudah oke dari sisi traffic’. Enaknya lagi, ruko dapat digunakan sebagai tempat usaha dan tempat tinggal," jelas Vina.

Terakhir, milenial juga dapat mempertimbangkan untuk membeli tanah karena nilai investasinya cenderung naik dan tepat untuk dijadikan investasi jangka panjang.

"Kelebihan investasi tanah, yaitu nilai investasinya terus naik tapi tidak dalam jangka waktu 2-3 tahun, tanah termasuk investasi jangka panjang yang membutuhkan sekitar 8-10 tahun agar harganya jauh lebih tinggi. Tanah juga tidak membutuhkan banyak maintenance dan minim kompetisi karena sebelum membeli biasanya orang hanya melihat luas dan lokasi. Selain itu, tanah bisa digunakan untuk berbagai jenis usaha," tutup Vina.

Vina mengungkap bagi milenial yang berniat untuk konsultasi berkaitan properti, Pinhome lewat program Property Academy rutin menggelar kelas webinar yang membawa tema seputar Property, Finance & Lifestyle, dengan menghadirkan property expert dan pembicara-pembicara berkompeten di bidangnya.

Selain webinar rutin, Property Academy juga menyediakan komunitas, di mana anggotanya dapat berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan property expert Pinhome, langsung dari https://www.pinhome.id/pages/propertyacademy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah generasi milenial
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top