Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Bank Mandiri Beberkan Strategi Optimalkan Bisnis Berkelanjutan

Bank Mandiri menetapkan tiga fokus penajaman bisnis untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 30 Agustus 2021  |  10:02 WIB
Tampilan layar menampilkan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi memberikan sambutan saat Pelepasan Jelajah BUMN 2021 BUKANJAGOKANDANG di Jakarta, Kamis (29/7/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Tampilan layar menampilkan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi memberikan sambutan saat Pelepasan Jelajah BUMN 2021 BUKANJAGOKANDANG di Jakarta, Kamis (29/7/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen tetap memberikan layanan dan kinerja yang optimal, dengan tetap mengedepankan pertumbuhan bisnis dengan kualitas yang baik.

Hal itu tercermin dari kinerja solid yang berhasil dibukukan pada akhir kuartal II/2021. Pencapaian laba bersih tumbuh 21,45 persen menjadi Rp12,5 triliun.

Pertumbuhan laba terutama disokong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen menjadi Rp35,16 triliun dan pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27 persen menjadi Rp15,94 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada dan diharapkan akan terus meningkat. "Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (30/8/2021).

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri telah melakukan penajaman strategi. Strategi ini tentunya sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mulai menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 sebesar 7,07 persen.

Darmawan menegaskan terdapat tiga fokus dalam penajaman bisnis Bank Mandiri. Pertama, integrasi bisnis wholesale dan ritel dengan memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale.

Kedua, mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah serta penyaluran kredit dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat sehingga menghasilkan kualitas kredit yang cukup baik.

Ketiga, Bank Mandiri akan mengakselerasi digital dengan mengembangkan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking.

“Lewat strategi ini, Bank Mandiri optimis kredit secara bank only mampu tumbuh 6 persen-7 persen yoy pada akhir tahun 2021, tentunya dengan tetap memprioritaskan pertumbuhan secara berkualitas," imbuhnya.

Komitmen ini salah satunya diwujudkan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang yang mencapai Rp19,68 triliun pada akhir paruh pertama tahun ini atau 63,5 persen dari target 2021, dengan jumlah penerima lebih dari 200.000 debitur UMKM dengan kualitas yang terjaga baik.

Kemudian ada program restrukturisasi kredit terdampak pandemi. Bank Mandiri telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur terdampak pandemi kepada lebih dari 548.000 debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp126,5 triliun.

Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp96,5 triliun, dimana 62 persen dari total debitur restrukturisasi merupakan pelaku usaha UMKM.

Tidak hanya itu, inovasi serta akselerasi digital Bank Mandiri juga telah membuahkan hasil positif. Digitalisasi layanan melalui aplikasi Livin' by Mandiri sampai dengan Juni 2021 mencatat 7,8 juta pengguna, meningkat 45 persen dari periode setahun sebelumnya.

Dari sisi pengembangan SDM, Bank Mandiri menerapkan nilai inti atau core values BUMN yakni AKHLAK, sebagai bagian dari kesatuan dalam pemerintahan. Core values AKHLAK sendiri merupakan akronim yang berorientasi pelayanan yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Bank Mandiri juga aktif melaksanakan Program Pemerintah berupa Bantuan Sosial (Bansos) dengan total Bansos yang telah disalurkan sebesar Rp6,61 triliun kepada 5,9 juta KPM hingga Juni 2021.

Selain itu, Bank Mandiri dan perusahaan anak juga telah terlibat dalam beberapa program untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

"Dengan menjaga kinerja perseroan tetap solid, Bank Mandiri sebagai entitas usaha milik negara berkomitmen untuk mengoptimalisasi seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung ekonomi nasional segera bangkit dari dampak pandemi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri laba bersih kur digital restrukturisasi kredit
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top