Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Bank Mandiri Yakin Risiko Tapering The Fed Minim

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan bahwa risiko tapering yang dipersiapkan untuk tahun ini tidak akan sebesar seperti yang terjadi di 2013.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 06 September 2021  |  17:06 WIB
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) menyatakan bahwa pengetatan kebijakan moneter, atau tapering, akan mulai disiapkan pada tahun ini.

Pengetatan kebijakan moneter AS bisa berdampak pada aliran modal keluar asing atau capital outflow, termasuk di Indonesia.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan bahwa risiko tapering yang dipersiapkan untuk tahun ini tidak akan sebesar seperti yang terjadi di 2013.

"Risiko tapering tetap ada namun tidak akan sebesar seperti taper tantrum di tahun 2013," kata Faisal kepada Bisnis, Senin (6/9/2021).

Menurut Faisal, hal itu disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya yaitu disebabkan oleh kepemilikan asing di pasar keuangan domestik yang sudah menurun.

Selain itu tingkat inflasi di Indonesia juga tetap terjaga rendah. Pada Agustus 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dari Juli 2021 sebesar 0,08 persen (mtm).

Sementara, tingkat inflasi tahunan adalah sebesar 1,59 persen (year-on-year/yoy), dan dari awal tahun hingga bulan laporan sebesar 0,84 persen (year-to-date/ytd).

Selanjutnya, suprlus neraca perdagangan yang masih berlanjut cukup besar hingga 15 bulan berturut-turut, kata Faisal, dapat menjaga posisi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia.

Terakhir, Faisal menilai cadangan devisa Indonesia yang cukup tinggi sebesar US$137,3 miliar, pada posisi Juli 2021, dapat memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi risiko tapering off.

"Cadangan devisa cukup tinggi dan posisinya cukup berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

federal reserve cadangan devisa tapering
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top