Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dear UMKM, Ingat! Bunga KUR Cuma 3 Persen

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan dialog dengan sejumlah debitur yang selama ini mendapatkan pinjaman KUR di Ambon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Oktober 2021  |  09:04 WIB
Pekerja menjemur kerupuk mie kuning di rumah industri kerupuk Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Pemerintah menargetkan subsidi kredit usaha rakyat (KUR) dalam RAPBN 2019 mencapai Rp 12,2 triliun. - ANTARA/Oky Lukmansyah
Pekerja menjemur kerupuk mie kuning di rumah industri kerupuk Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Pemerintah menargetkan subsidi kredit usaha rakyat (KUR) dalam RAPBN 2019 mencapai Rp 12,2 triliun. - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Para pelaku UMKM yang mendapatkan pinjaman dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR) diingatkan kembali hanya perlu membayar bunga sebesar tiga persen.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan dialog dengan sejumlah debitur yang selama ini mendapatkan pinjaman KUR dari BNI, BRI, serta Bank Mandiri di Ambon.

"Tiga persen sisanya merupakan subsidi dari pemerintah. Jadi, para nasabah tidak wajib melakukan pembayaran bunga hingga enam persen," katanya seperti dilansir Antara, Senin (4/10/2021).

Sementara itu, hingga awal September 2021, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan realisasi penyaluran KUR sampai dengan awal September 2021 telah mencapai Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target nasional.

“Penyaluran KUR per 5 September sebesar Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target Rp253,64 triliun,” ujar Teten Masduki dalam dalam webinar bertajuk Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan, Kamis (23/9/2021).

Menkop menyebutkan bahwa saat ini porsi terbesar pembiayaan UMKM oleh perbankan berada pada skala usaha menengah dengan penyerapan 44,12 persen dari total kredit UMKM. Dia menambahkan bahwa penyaluran kredit UMKM saat ini masih didominasi untuk modal kerja 73 persen dan perdagangan 49 persen.

“Perbankan perlu terus mendorong penyaluran kredit UMKM untuk investasi dan sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian,” ujarnya.

Menurutnya, dengan percepatan digitalisasi di sektor UMKM, pemerintah optimistis dapat menyalurkan kredit UMKM sebesar 30 persen pada 2024. Hal ini dilakukan dengan sinergi industri jasa keuangan.

Sementara itu, kata Menkop, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) per 30 Juli 2021 telah tersalur sebesar Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha.

Adapun, pembiayaan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) per 17 September 2021 telah tersalur sebanyak Rp1 triliun atau sekitar 64,72 persen dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi.

Program pendanaan bagi usaha wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha juga telah disalurkan pada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar.

Menkop menyatakan bahwa untuk mendorong pemulihan dan ekonomi di sektor UMKM, kementerian mendorong para pelaku usaha untuk bertransformasi ke digital. “Kalau kami lihat, riset World Bank menyebutkan 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di masa pandemi,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kredit usaha rakyat kur bunga kredit airlangga hartarto

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top