Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dipersiapkan IPO, Modal Bank Digital BCA Disuntik hingga Rp4 Triliun

Bank Digital BCA mencatatkan peningkatan modal dari dari Rp2,7 triliun menjadi Rp4,0 triliun per September 2021.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  19:29 WIB
Dipersiapkan IPO, Modal Bank Digital BCA Disuntik hingga Rp4 Triliun
Logo Blu BCA Digital - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) meningkatkan modal anak perusahaan Bank Digital BCA dari Rp2,7 triliun menjadi Rp4,0 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan Bank Digital BCA telah menunjukkan kinerja positif sampai dengan saat ini dengan total penghimpunan dana nasabah mencapai Rp800 miliar dan jumlah transaksi tercatat 100.000 per hari.

“Buat apa account banyak tapi tidak ada transaksi. Dan kami senang sekali dengan performa digital ini dan produknya milenial banget dan perkembangan ini menunjukkan tanda fakta,” ujar Jahja dalam paparan kinerja Bank BCA, Kamis (21/10/2021).

Dengan capaian itu, BCA kemudian meningkatkan modal Bank Digital BCA dari sebesar Rp2,7 triliun menjadi Rp4,0 triliun pada September 2021. 

Penambahan modal tersebut diharapkan membuat Bank Digital BCA terus berinovasi untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah, serta memperluas ekosistem digital yang dimiliki.

Di sisi lain, langkah ini diproyeksikan mampu mengoptimalkan rencana Bank Digital BCA dalam melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dalam kurun 1 hingga 2 tahun mendatang.

“Saya katakan kalau IPO ya akan kami kumpulkan dulu fakta yang sudah dicapai bank digital kami,” kata Jahja.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Jahja menuturkan pertimbangan utama perseroan menyiapkan BCA Digital untuk IPO lantaran melihat minat investor saat ini.

“Semua cari digital. Jadi, kami akan menjajaki, ini pun saya bilang menjajaki kemungkinan ke arah itu, karena minat investornya mungkin ada di situ. Kuncinya bukan mau atau tidak, kalau ada minat investor tentu kami akan share,” pungkasnya.

Jahja melihat saat ini investor memang sedang terbuai dan ingin sekali masuk kepada bisnis bank digital. Dia meyakini tidak akan kehilangan momentum tersebut meski BCA Digital baru akan melantai di bursa dalam 1-2 tahun mendatang.

Menurutnya, BCA Digital ibarat bayi baru lahir. Oleh karena itu, perseroan ingin lebih dulu mengembangkan anak usahanya itu menjadi lebih besar dan menyiapkannya secara matang sebelum melantai di Bursa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca jahja setiaatmadja bank digital BCA
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top