Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue Bank Banten (BEKS) Raup Dana Rp618 Miliar

Realisasi rights issue ini jauh melampaui catatan pendanaan publik PUT VI senilai Rp320,5 miliar dan target yang ditetapkan Bank Banten (BEKS).
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:49 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Banten di Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Banten di Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) mengumumkan hasil dari rights issue yang dilakukan perseroan pada 14-21 Oktober 2021.

Rights issue tersebut meraup pendanaan publik hingga Rp618 miliar dari 8 miliar saham baru yang terserap. Capaian ini jauh melampaui catatan pendanaan publik PUT VI senilai Rp320,5 miliar.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menuturkan capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan perseroan. Terlebih dengan ketidakhadiran PT Banten Global Development.

Agus menambahkan dana yang terhimpun pada PUT VII ini melampaui target yang dicanangkan di rencana bisnis bank [RBB] Bank Banten, yakni sebesar Rp600 miliar.

“Perolehan dana publik pada PUT VII naik 92,8 persen dibanding perolehan dana pada PUT VI pada 4 Januari 2021 lalu,” ujar Agus dalam keterangan resmi pada Selasa (26/10/2021).

Agus pun menilai kenaikan pendanaan ini merupakan bentuk nyata kepercayaan investor terhadap Bank Banten. Hal ini memotivasi perseroan untuk terus memacu kinerja perseroan agar dapat meraih laba dan memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi Banten.

"Dana yang diperoleh akan digunakan untuk penyaluran kredit sekitar 65 persen serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35 persen,” katanya.

Agus pun menutup dengan berterima kasih kepada semua investor yang mempercayakan dananya kepada Bank Banten.

“Ada banyak sekali potential investor yang tertarik menjadi pemegang saham kami, namun karena keterbatasan waktu sehingga belum semuanya dapat melakukan pembelian saham. Akan tetapi, insya Allah dapat turut memiliki Bank Banten melalui Penawaran Umum Terbatas selanjutnya,” tutup Agus.

Adapun, dalam prospektusnya, Bank Banten disebutkan akan melakukan penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 23,39 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 34,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Harga pelaksanaan PMHMETD VII ditetapkan senilai Rp77 per saham, sehingga potensi dana yang dihimpun sebesar Rp1,8 triliun.

Sebelumnya Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim, telah memberikan dukungan langsung kepada manajemen perseroan.

"Diimbau juga kepada investor, mari kita bersama-sama membangun Bank Banten. Tapi yang jelas provinsi Banten selalu berada bersama dengan Bank Banten, untuk memajukan bank yang kita cintai ini,” ujar Wahidin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd BEKS Bank Banten rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top