Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Multifinance Anak Usaha BCA (BBCA) Kejar Laba Seperti Sebelum Pandemi

Perpanjangan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 100 persen untuk beberapa tipe mobil baru dan relaksasi yang memungkinkan uang muka (DP) rendah bagi konsumen setia, berhasil mendorong kinerja.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 18 November 2021  |  18:12 WIB
Multifinance Anak Usaha BCA (BBCA) Kejar Laba Seperti Sebelum Pandemi
Kantor BCA Finance - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT BCA Finance optimistis mengejar capaian laba sebelum era pandemi Covid-19, menilik kondisi perekonomian yang mendukung jelang tutup buku periode 2021.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengungkap bahwa penyaluran pembiayaan baru (booking) dan pendapatan operasional yang dihasilkan memang belum bisa setara seperti periode sebelum pandemi.

Hal ini terutama karena kasus Covid-19 sempat memuncak lagi pada kuartal III/2021, sehingga menyebabkan diterapkannya kembali pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

"Akhirnya, target booking tahun ini kira-kira bisa ke Rp23 triliun. Walaupun masih jauh dari Rp33,2 triliun di 2019, tapi sudah tumbuh signifikan ketimbang pencapaian tahun 2020 yang hanya Rp15,59 triliun," ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Terkini, booking BCA Finance mencapai Rp17,36 triliun per akhir September 2021, berkat beberapa pendorong, seperti perpanjangan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 100 persen untuk beberapa tipe mobil baru dan relaksasi yang memungkinkan uang muka (DP) rendah bagi konsumen setia.

Adapun, Roni menambahkan salah satu pengaruh positif atas kondisi perekonomian nasional yang membaik pada periode ini, yaitu potensi mengembalikan laba bersih setelah pajak (NPAT) kembali seperti periode 2019.

Terutama karena nasabah yang mendapatkan restrukturisasi sudah pulih dan membayar cicilan kembali, sehingga beban dari komponen cadangan kerugian penurunan nilai piutang yang sempat melejit pun bisa ditekan.

Sebagai gambaran, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini pun sempat merasakan hal tersebut sepanjang periode 2020 sehingga laba bersih turun 28,78 persen (year-on-year/yoy).

"Target NPAT pada akhir periode 2021 nanti harapannya bisa tembus Rp1,7 triliun. Mirip NPAT pada 2019 sebesar Rp1,71 triliun, setelah sepanjang 2020 kemarin hanya sebesar Rp1,22 triliun," jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan BCA Finance pada semester I/2021, laba bersih BCA Finance memang telah tampak meningkat signifikan dari Rp474 miliar pada Juni 2020 menjadi Rp804,14 miliar pada Juni 2021.

Tepat seperti fenomena yang disebutkan di atas, hal ini karena total beban bisa lebih ditekan dari sebelumnya lebih dari Rp1 triliun pada Juni 2020 menjadi Rp634,32 miliar pada Juni 2021, walaupun sisi pendapatan masih tercatat stagnan di kisaran Rp1,65 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance PPnBM bca finance
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top