Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak, Jadwal Terbaru Rights Issue Bank Nobu (NOBU)

Bank Nobu menetapkan tanggal terakhir perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 Desember 2021, sedangkan pasar tunai tanggal 9 Desember.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  16:10 WIB
Mobile Banking Bank Nobu - nobubank.com
Mobile Banking Bank Nobu - nobubank.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) mengubah tanggal pelaksanaan penawaran umum terbatas atau rights issue senilai Rp198,06 miliar pada Desember ini.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (1/12/2021), NOBU menetapkan tanggal terakhir perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 Desember 2021, sedangkan pasar tunai tanggal 9 Desember.

Adapun, tanggal mulai perdagangan tanpa HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi 8 Desember 2021, sementara di pasar tunai 10 Desember. Tanggal pencatatan (record date) berlangsung pada 13 Desember.

Sementara itu, tanggal distribusi jatuh pada 10 Desember 2021. Periode perdagangan HMETD akan dilaksanakan selama lima hari kerja, yakni 13 – 17 Desember mendatang. Berikutnya, tanggal akhir pembayaran pemesanan saham tambahan dijadwalkan pada 21 Desember 2021.

NOBU menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp1.205 per unit saham. Dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 164,37 juta, perseroan meraup dana sebesar Rp198,06 miliar.

Harga pelaksanaan rights issue itu berada pada rentang harga saham perseroan yang sepanjang 6 bulan terakhir berada di kisaran Rp775—Rp1.830 per unit saham.

PT Grahaputra Mandirikharisma akan bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer dalam aksi korporasi NOBU. Perusahaan tersebut berkomitmen membeli sisa saham yang haknya tidak dieksekusi oleh pemegang saham lain dengan nilai maksimal Rp193 miliar.

Pembelian oleh Grahaputra Mandirikharisma dilakukan dengan dua skema yakni sebanyak-banyaknya Rp5,1 miliar secara tunai dan lainnya dalam bentuk penyertaan aset (inbreng).

Aset yang disertakan sebagai bagian dari partisipasi pembeli siaga yakni Gedung A Universitas Pelita Harapan di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dengan nilai Rp132 miliar dan gedung perkantoran Gajah Mada Tower Lantai G di kawasan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat dengan nilai Rp61 miliar.

Sebelumnya, direksi NOBU menyampaikan jawaban atas pertanyaan otoritas bursa terkait dengan rencana rights issue yang digelar. NOBU menyampaikan visinya untuk menjadi bank berstandar global dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan berbasis digital.

Dalam rencana bisnis yang disusun, rencana pengembangan bisnis dan teknologi informasi yang mendukung roadmap pengembangan produk dan layanan digital, salah satunya dengan pembelian aset berupa gedung.

“Dengan membeli gedung tersebut Bank Nobu akan memiliki kantor pusat yang lebih representatif dalam membangun citra perbankan digital,” dikutip dari jawaban direksi NOBU.

Dengan adanya kantor fisik akan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga eksistensinya dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nobu
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top