Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Resolusi Keuangan Tahun 2022 untuk Capai Financial Freedom

Berikut 5 resolusi keuangan tahun 20202 yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  08:08 WIB
Ilustrasi financial freedom atau kebebasan finansial - Freepik
Ilustrasi financial freedom atau kebebasan finansial - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum pergantian tahun menginspirasi kita untuk membuat perubahan positif dalam kehidupan, termasuk soal finansial. Simak 5 resolusi keuangan tahun 2022 untuk mencapai financial freedom.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun memunculkan banyak ketidakpastian. Karena itu, penting bagi Anda untuk mempersiapkan rencana keuangan pada tahun depan.

Jika Anda sempat menghadapi periode keuangan buruk selama tahun lalu, ini saatnya Anda untuk bangkit dan berkomitmen untuk mencapai tujuan atau financial goals.

Dikutip dari situs Tata Capital pada Senin (28/12/2021), berikut 5 resolusi keuangan tahun 20202 yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom.

1. Kumpulkan Dana Darurat

Pandemi Covid-19 mengajarkan kita bahwa siapa saja bisa menghadapi hal buruk, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, krisis utang, dan lainnya.

Awali tahun baru Anda dengan menyiapkan dana darurat. Caranya sangat sederhana. Anda cukup mengalokasikan 10 persen dari total pendapatan per bulan ke dalam satu rekening khusus. Namun, pastikan Anda tidak menggunakan dana di rekening tersebut untuk biaya sehari-hari.

Setelah itu, pasang target berapa nominal dana darurat yang Anda inginkan dan sesuaikan dengan pengeluaran pokok. Untuk Anda masih yang lajang, besaran ideal dana darurat 3 kali pengeluaran pokok per bulan.

Sementara itu, bagi Anda yang sudah menikah sebaiknya menyiapkan 6 kali pengeluaran pokok per bulan. Terakhir, jika Anda sudah menikah dan memiliki anak, Anda sebaiknya menabung 9-12 kali pengeluaran pokok per bulan untuk dana darurat.

2. Kelola Utang

Utang dapat diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Jika Anda bisa menggunakan utang dengan bijak, dan itu bisa menjadi alat keuangan yang paling nyaman.

Karena itu, mulailah melunasi utang-utang Anda yang belum terbayar. Pertama, jaga agar tetap dapat dikelola. Jangan mengambil kredit baru sampai Anda telah menutup kredit sebelumnya. Pastikan untuk melunasi tagihan kartu kredit atau paylater Anda terlebih dahulu karena tingkat suku bungan cukup tinggi.

Terakhir, pilih tenor kredit kepemilikan rumah (KPR) yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Misalnya, jika Anda akan memasuki masa pensiun dalam 20 tahun, pertahankan jangka waktu pinjaman Anda lebih pendek dari itu.


3. Buat Anggaran (Budgeting)

Meskipun dana darurat dan manajemen utang adalah tujuan keuangan yang penting, Anda harus menyadari kemana uang Anda mengalir. Cara tercepat untuk melakukannya adalah dengan membuat anggaran atau budgeting. Mulailah dengan membuat daftar semua pengeluaran bulanan Anda, tagihan yang paling penting.

Kemudian, ambil uang untuk kebutuhan pribadi Anda. Gunakan sisa uang membayar utang dan kewajiban lainnya. Dan terakhir, sisihkan sebagian kecil dari tabungan Anda untuk dana darurat.

Apa pun skenario yang Anda terapkan, memiliki anggaran akan selalu membuat Anda tetap merasa aman dengan kondisi keuangan yang dimiliki.

4. Mulai Berinvestasi

Setelah tiga poin di atas sudah dijalankan, Anda bisa memulai berinvestasi. Saat ini, ada beragam instrumen investasi yang bisa Anda pilih, antara lain deposito, reksa dana, emas, saham, aset kripto, hingga peer to peer (P2P) landing.

Namun, ingatlah berinvestasi tidak selalu menguntungkan. Untuk itu, Anda harus mempelajari keuntungan dan risiko dari masing-masing instrumen investasi.

Pilih jenis investasi yang Anda pahami dan cocok dengan profil Anda sebagai investor. Jika Anda masuk kategori investor konservatif, instrumen seperti deposito, reksa dana pasar uang, dan emas bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda ternyata investor yang agresif, Anda bisa menjajal "naik turunnya" pasar saham dan aset kripto.

5. Cari Penghasilan Tambahan

Pandemi Covid-19 telah mengajari kita sesuatu: hidup itu tidak dapat diprediksi dan yang terbaik adalah memiliki pekerjaan sampingan.
Untungnya, internet saat ini sudah matang dengan pekerjaan paruh waktu (freelance) secara online yang dapat Anda kerjakan untuk mendapat penghasilan tambahan.

Jika Anda senang berbagi informasi, Anda bisa memulai menulis blog atau mengunggah video ke YouTube. Selain itu, Anda juga dapat mencari penghasilan tambahan dengan menjadi reseller atau dropshipper di situs belanja e-commerce.

Selamat mencoba! 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

financial planning utang tips keuangan resolusi dana darurat tips investasi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top