Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Asing Mulai Keluar, Ini Strategi yang Dilakukan Bank Indonesia

Bank Indonesia mencatatkan bahwa persepsi investor terpantau memburuk dan dana asing mulai keluar dari Indonesia.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 08 Januari 2022  |  16:31 WIB
Dana Asing Mulai Keluar, Ini Strategi yang Dilakukan Bank Indonesia
Bank Indonesia mencatatkan aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp1,68 triliun pada pekan pertama Januari 2022. - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp1,68 triliun pada pekan pertama Januari 2022.

"Berdasarkan data transaksi 3-6 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,68 triliun," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, seperti yang dikutip dari siaran resmi, Jumat (7/1/2022).

Erwin merincikan jual neto pada minggu pertama 2022 ini terdiri dari aliran modal asing Rp2,93 triliun yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan sebesar Rp1,25 triliun yang masuk ke pasar saham.

Berdasarkan tahun kalender atau sampai dengan 6 Januari 2022 (year-to-date/ytd), aliran modal asing yang masuk ke pasar SBN sebesar Rp5,33 triliun dan keluar dari pasar saham sebesar Rp600 miliar.

Padi sisi nilai tukar, rupiah dibuka menguat pada level (bid) Rp14.360 per dolar Amerika Serikat (AS), Jumat (7/1/2022). Posisi tersebut sedikit menguat dari posisi sebelumnya yaitu Rp14.390 per dolar AS pada hari sebelumnya, Kamis (6/1/2022).

Erwin juga melaporkan bahwa persepsi investor terpantau memburuk. Hal tersebut terlihat dari premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun yang naik ke level 77,27 bps per 6 Januari 2022 dari 73,55 bps per 31 Desember 2021.

Untuk itu, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia modal asing investor asing
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top