Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kata GoPay Usai Geser OVO Jadi Dompet Digital Utama Tokopedia

Perjalanan ini merupakan angin segar bukan hanya buat pihaknya sebagai platform dompet digital, namun juga buat para pengguna eksisting, dan keseluruhan ekosistem GoTo Financial.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  23:41 WIB
Fitur gobills di aplikasi Gojek - BisnisTV
Fitur gobills di aplikasi Gojek - BisnisTV

Bisnis.com, JAKARTA - Platform dompet digital GoPay (PT Dompet Anak Bangsa) diuntungkan oleh merger Gojek-Tokopedia (GoTo), dan tengah membidik use-case transaksi belanja online tumbuh pesat di periode 2022.

Sebagai pengingat, Tokopedia sebelumnya menggandeng OVO sebagai dompet digital utama. Platform dagang-el (e-commerce) yang identik warna hijau ini bahkan sempat memiliki saham di induk OVO, sebelum akhirnya dijual ke Grab pada kisaran Oktober 2021.

Tokopedia sendiri wajib melepas kepemilikannya di OVO karena Bank Indonesia (BI) melarang sebuah entitas memiliki penguasaan lebih dari satu penyedia jasa pembayaran (PJP) berupa Lembaga Selain Bank.

Adapun, dalam hitungan hari setelah transaksi penjualan saham OVO rampung, GoPay resmi masuk menjadi salah satu pilihan pembayaran pada setiap transaksi checkout belanja online di Tokopedia, bahkan menjadi dompet digital utama yang muncul di halaman depan platform e-commerce tersebut.

Chief Marketing Officer GoPay Fibriyani Elastria menggambarkan bahwa perjalanan ini merupakan angin segar bukan hanya buat pihaknya sebagai platform dompet digital, namun juga buat para pengguna eksisting, dan keseluruhan ekosistem GoTo Financial.

"Sejak kuartal IV/2021, masyarakat dapat menggunakan GoPay dan GoPayLater sebagai salah satu metode pembayaran di Tokopedia. Kehadiran GoPay dan GoPayLater mendapat sambutan yang baik, terbukti dari peningkatan transaksi yang pesat," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (11/1/2021).

Menurutnya, kehadiran GoPay untuk ikut meramaikan pangsa pasar dompet digital terkait use-case belanja online telah sejalan dengan komitmen awal GoPay, tepatnya dalam hal mendukung inklusi keuangan melalui berbagai inovasi pembayaran untuk mempermudah para pengguna.

Merger GoTo pun membawa GoPay mulai mengakomodasi berbagai promosi dan penawaran menarik terkait transaksi belanja online untuk pengguna. Salah satu yang telah berjalan, yaitu Kejutan Belanja Untung alias KEBUT.

"Kami yakin GoPay membuat belanja online semakin seru di Tokopedia, terutama selama program KEBUT, program promo andalan hasil kerja sama GoPay dan Tokopedia yang diadakan di tanggal 9 sampai 12 setiap bulannya," ungkapnya.

Fibriyani menyebut perjalanan ini merupakan gambaran perkembangan GoPay, dari sebelumnya sebagai metode pembayaran yang hanya dapat digunakan di dalam aplikasi Gojek, menjadi salah satu pembayaran digital
terbesar dengan layanan paling lengkap yang dapat digunakan untuk membayar berbagai keperluan.

Mulai dari membayar tagihan, produk keuangan seperti investasi dan asuransi, sampai akhirnya untuk berbelanja di platform e-commerce, termasuk salah satunya Tokopedia.

Fibriyani pun meyakini use-case GoPay buat belanja online akan menjadi pendongkrak transaksi entitas GoTo Financial semakin jumbo di masa depan, karena potensi transaksi Grup GoTo sepanjang 2020 saja telah memiliki lebih dari 1,8 miliar transaksi dengan nilai total transaksi kotor (GTV) lebih dari US$22 miliar.

"Contoh dampak kolaborasi GoTo yang paling kentara, yaitu semakin menguntungkan konsumen dengan layanan pengiriman yang lebih murah, serta berbagai keuntungan promo dan program loyalitas bagi konsumen setia Gojek dan Tokopedia. Periode 2022 ini, GoPay akan terus memperluas manfaat bagi konsumen dan mitra usaha, untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas lagi," jelas Fibriyani.

Sekadar informasi, GoPay merupakan tulang punggung layanan finansial Grup GoTo yang turut mencakup ekosistem pelaku usaha di dalam Midtrans, Selly, GoBiz, Moka, dan GoStore. Terlebih, GoPay merupakan wakil dari GoTo dalam hal kepemilikan bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Tak berhenti di sana, GoTo Financial juga membentuk ekosistem pengembangan kompetensi UMKM non-kuliner, yaitu Komunitas Retail GoTo Financial (KONTAG). Utamanya ditujukan kepada mitra UKM dari berbagai industri, mulai dari industri fesyen, handicraft, penyedia jasa kecantikan, hingga pedagang eceran.

Adapun, selain peningkatan transaksi di sektor komersial, GoPay tengah membidik peningkatan transaksi di layanan keuangan, seperti investasi, layanan pasca bayar melalui GoPayLater, dan kemudahan mengatur keuangan melalui integrasi GoPay dan Bank Jago yang telah berjalan sejak 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokopedia ovo GoPay Goto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top