Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rayakan Tahun Baru Imlek, Ini Cara Dato Sri Tahir Berbakti pada Orang Tua

Dato Sri Tahir berharap agar ibunya bisa hidup panjang umur, sehat, dan bisa semakin memberkati anak-anaknya lebih lama lagi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 03 Februari 2022  |  13:14 WIB
Dato Sri Tahir menyemir rambut ibunya. - Instagram
Dato Sri Tahir menyemir rambut ibunya. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir menyambut perayaan Tahun Baru Imlek dengan menyemir rambut ibunya, agar terlihat sehat dan awet muda.

Dato tampak sangat teliti dan lihat sekali saat menyemir rambut ibunya. Di bergerak dari sisi kanan, berpindah ke belakang, lalu ke sisi kiri, dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang.

Perlahan-lahan, tangan Dato Sri Tahir menyisir dari depan ke belakang. Ibunya tampak duduk di kursi dan mendengar kalimat-kalimat yang  diucapkan oleh Dato Sri Tahir.

"Hari terakhir Chinese New Year, maka kita sebagai anak baik, ya semirin rambutnya, supaya ibu cantik," ungkapnya, seperti dikutip dari Instagram Hotman Paris, Kamis (3/2/2022).

Dato Sri Tahir berharap agar ibunya bisa hidup panjang umur, sehat, dan bisa semakin memberkati anak-anaknya lebih lama lagi. Dia juga memberikan nasihat kepada anak-anak agar berbakti kepada orang tua.

"Jangan jadi anak kurang ajar. Nanti Tuhan enggak memberkati. Jadi anak yang berbakti sama ortu. Selama orang tua masih hidup. Kalau orang tua sudah tidak ada lagi, enggak usah nangis di kuburan," ungkapnya.

Dato Sri Tahir adalah anak laki-laki satu-satunya dan menjadi ahli semir rambut.

Tahir lahir di Surabaya pada tahun 1952 di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Dia juga dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya.

Saat lulus SMA, Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Cita-cita tersebut kandas pada waktu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Akibatnya, Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Beruntung, dia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. 

Kini Tahir menjadi konglomerat di Indonesia  yang memiliki bisnis menggurita yakni perbankan seperti Bank Mayapada, dan kesehatan RS Mayapada.

Tahir adalah seorang filantropi dan masih memegang teguh prinsip bahwa bisnis adalah sebagai sarana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Bill Gates juga sempat memuji Dato Sri Tahir, dengan menyebut Tahir sebagai filantropi paling fenomenal dan baik bagi Indonesia di bidang kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek tahun baru china dato sri tahir
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top