Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ternak Uang Raih Pendanaan Tahap Awal dari Patrick Walujo & 2 Modal Ventura

Salah satu masalah besar yang akan turut dituntaskan oleh Ternak Uang, yaitu menekan fenomena masih banyaknya generasi muda yang terjebak dalam investasi bodong.
Financial Technology (Fintech)/channelasia
Financial Technology (Fintech)/channelasia

Bisnis.com, JAKARTA - Platform edukasi keuangan dan belajar investasi Ternak Uang (PT Ternak Uang Nusantara) merealisasikan putaran pendanaan tahap awalnya, alias seed funding.

Investor yang terlibat dalam putaran pendanaan yang hanya diungkap dengan nilai 'tujuh digit' ini salah satunya nama besar dalam dunia investasi, yaitu Co-founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo, serta dua perusahaan modal ventura Kinesys Group dan Alto Partners. 

CEO Ternak Uang, Raymond Chin menjelaskan bahwa pendanaan ini akan digunakan untuk membantu pihaknya mencapai misi dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Ternak Uang masih akan memperkuat posisinya sebagai sebuah platform edukasi sosial. Harapannya, masyarakat paham bahwa kondisi finansial setiap orang berbeda dari yang lainnya, ditentukan dari berapa besar pengeluaran dan pemasukan, tanggungan, prioritas tujuan keuangan, dan karakter risiko yang berbeda-beda.

"Untuk itu, strategi keuangan setiap orang pun tentunya perlu dibedakan, untuk dapat mencapai kemandirian finansial sesuai dengan kondisi yang dialami secara personal," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/2/2022).

Lewat Ternak Uang, para anggota komunitas dapat berdiskusi dengan tim research analyst Ternak Uang dengan sistem moderasi dan pengawasan langsung oleh tim internal.

Inisiatif ini hadir dengan melihat banyaknya pertanyaan/diskusi yang muncul dari para pengguna, seperti bahasan mengenai kebijakan pasar dan implikasinya, personal finance, hingga tips praktikal dan edukatif yang perlu diperhatikan oleh para investor pemula.  

Selain itu, salah satu masalah besar yang akan turut dituntaskan oleh Ternak Uang, yaitu melihat masih banyaknya generasi muda yang terjebak dalam investasi bodong.

Mengutip data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), praktik-praktik investasi bodong sendiri telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp117,4 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dalam realisasinya, pendanaan akan digunakan untuk pengembangan produk dan positioning platform, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan tim internal.

Oleh sebab itu, pengembangan produk ke depan akan difokuskan untuk menghadirkan pengalaman belajar keuangan dan investasi yang merata bagi setiap orang. Khususnya pada TU Academy, yang akan terus dikembangkan untuk membantu proses belajar individu sesuai kebutuhan personal.

Lebih lanjut, fitur ini akan didukung dengan implementasi teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning. Hal ini diwujudkan untuk menghadirkan pengalaman belajar melalui pendekatan personalized learning, di mana setiap pengguna dapat belajar dan meningkatkan literasi keuangan terlepas dari perbedaan kondisi finansial yang berbeda-beda.

Salah satu fitur terbaru yang telah diluncurkan pada awal tahun ini bertajuk Financial Checkup, di mana setiap pengguna dapat menganalisa kondisi keuangan secara personal.

Analisa dilakukan secara terperinci dengan menghitung rasio arus kas, tabungan, utang dan tanggungan, dana darurat, hingga total aset yang dimiliki. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan rekomendasi modul dan pembelajaran personal untuk membantu meningkatkan kondisi keuangan.

Raymond menambahkan, ke depannya pengembangan produk akan diarahkan ke ranah fintech dan produk finansial. Ternak Uang sadar, sebagai platform sosial edukasi di bidang keuangan, para pengguna pada akhirnya harus mempraktekkan informasi yang telah dipelajari untuk dilakukan di kehidupan nyata secara konsisten. 

Hal ini sejalan dengan misi Ternak Uang untuk membantu masyarakat Indonesia mencapai kemandirian finansial, bukan sekedar mendulang cuan dalam berinvestasi.

"Tersedianya akses terhadap literasi keuangan terus menunjukkan perkembangan positif di Indonesia, hingga menyebar di kalangan generasi muda. Inilah yang melandasi kami untuk menghadirkan modul pembelajaran yang mudah dipahami, dan relevan, untuk menjadi pemicu agar semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk belajar dari sumber yang kredibel dan terpercaya," tambahnya.

Ternak Uang pertama kali didirikan oleh Raymond Chin, seorang serial entrepreneur yang telah memulai karirnya sejak usia 20 tahun, serta Timothy Ronald yang telah dikenal sebagai seorang investor muda dan content creator.

Selang beberapa waktu, Felicia Tjiasaka yang merupakan pemegang sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA) level 3 bergabung dan mengepalai pengembangan produk di Ternak Uang.

Hingga kini, Ternak Uang telah menghadirkan topik-topik terkait finansial dan investasi dengan bahasa utama, Bahasa Indonesia. Hal  ini dilakukan agar informasi yang diberikan dapat mudah dipahami dan dicerna oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper