Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Ketenagakerjaan: Imbal Hasil Investasi Dana JHT Lampaui Kinerja Reksadana

BPJS Ketenagakerjaan mencatat imbal hasil investasi dana kelolaan program Jaminan Hari Tua (JHT) di 2021 unaudited mencapai 6,95 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan reksadana campuran yang sebesar 4,93 persen.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  20:05 WIB
Karyawati beraktivitas di salah satu kantor cabang BPJamsostek di Jakarta (24/1/2022). Bisnis - Suselo Jati
Karyawati beraktivitas di salah satu kantor cabang BPJamsostek di Jakarta (24/1/2022). Bisnis - Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA -- BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mencatat imbal hasil investasi (yield on investment/YoI) dana kelolaan program Jaminan Hari Tua (JHT) di 2021 unaudited mencapai 6,95 persen.

Tingkat imbal hasil tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2020 yang mencapai 7,39 persen. Namun, YoI investasi JHT di 2021 jauh lebih tinggi dibandingkan YoI reksadana campuran yang sebesar 4,93 persen.

"Kalau dilihat YoI JHT selama ini berkinerja baik. Bila dilakukan dengan pembanding-pembanding lain, kinerjanya ya lebih baik," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo, dalam Chief Editor Meeting terkait aturan JHT, Jumat (25/2/2022).

BPJS Ketenagakerjaan mencatat dana kelolaan program JHT mencapai senilai Rp372,51 triliun sampai dengan 2021 atau naik 9,32 persen dibandingkan 2020. Dari dana kelolaan tersebut, hasil investasi yang dibukukan oleh BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp24,44 triliun sepanjang 2021 atau naik 6,45 persen.

Adapun, dana JHT senilai Rp372,51 triliun tersebut mayoritas ditempatkan pada instrumen investasi surat utang yang mencapai 64,7 persen dari total dana kelolaan.

Kemudian, sebesar 14,71 persen dari dana kelolaan JHT ditempatkan di deposito, 12,81 persen di saham, dan 7,17 persen ditempatkan di reksadana. Sisanya, sebesar 0,61 persen ditempatkan di properti dan penyertaan.

Anggoro menuturkan, sepanjang tahun lalu, pihaknya melakukan pergeseran portofolio investasi dengan mengurangi porsi investasi di saham yang turun menjadi 12,81 persen, dari sebelumnya sebesar 16,9 persen di 2020. Pengurangan porsi di saham tersebut kemudian dialihkan pada portofolio deposito yang porsinya naik menjadi 14,71 persen, dari sebelumnya 9,98 persen di 2020. Pergeseran portofolio investasi ini sebagai strategi BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadapi situasi pasar yang tengah bergejolak.

"Kami melihat dengan situasi volatile, kami perlu mengurangi eksposur di instrumen yang berbasis equity karena kami juga harus jaga dana pekerja jangka panjang. Kondisi volatile ini kami coba geser ke fix income dulu. Kalau volatile membaik kami akan masuk ke instrumen yang punya return lebih baik," jelas Anggoro.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jht jaminan hari tua bpjs ketenagakerjaan
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top