Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkul 1 Juta Perempuan Pelaku Usaha Mikro, Amartha Terus Perluas Kemitraan

Setelah mencapai 1 juta borrower, Amartha berupaya terus mencapai target jutaan berikutnya dengan mengincar lebih banyak kolaborasi dengan entitas yang memiliki ekosistem digital terkait pelaku usaha mikro atau pegiat ekonomi tradisional di pedesaan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Maret 2022  |  17:19 WIB
Rangkul 1 Juta Perempuan Pelaku Usaha Mikro, Amartha Terus Perluas Kemitraan
CEO dan Founder PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Andi Taufan Garuda Putra, memberikan paparan saat konferensi pers Amartha8eyond di Jakarta, Selasa (22/5 - 2018).JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending) khusus perempuan pelaku usaha mikro, PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha mencapai target merangkul 1 juta peminjam (borrower) pada awal 2022.

Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha mengungkap capaian ini merupakan buah kerja keras dari para karyawan, terutama para pendamping lapangan, serta kepercayaan pendana (lender) institusi dan perorangan yang terus mendukung Amartha.

"Artinya, kepercayaan masyarakat kepada Amartha telah sukses menciptakan 1 juta 'CEO' UMKM perempuan baru di Indonesia. Namun, pencapaian ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan permulaan bagi kami untuk terus menjangkau jutaan pengusaha UMKM lainnya, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang lebih masif lagi," ujarnya, Rabu (9/3/2022).

Sebagai informasi, masyarakat yang ingin berpartisipasi memberikan pinjaman modal untuk mitra 'emak-emak' pelaku usaha mikro di Amartha bisa mulai mencoba hanya dengan Rp100.000 lewat fitur crowdfunding di aplikasi Amartha.

Taufan mengungkap antusiasme pendana ritel sangat tinggi terhadap fitur ini, sehingga pendanaan untuk mitra borrower bisa dua kali lipat lebih cepat tersalurkan.

Sebab, sebelumnya Amartha menggunakan sistem one-lender-one-borrower bagi pendana individu, di mana setiap pendana dapat memberikan modal usaha bagi satu orang mitra dengan nilai pendanaan bervariasi mulai dari Rp3juta -Rp5 juta.

Terkini, lewat hadirnya fitur crowdfunding, satu mitra UMKM dapat memperoleh modal usaha dari puluhan pendana sekaligus. Strategi ini merupakan salah satu wujud dukungan Amartha terhadap amanat OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Selain kontribusi dari lender perorangan, Amartha juga bersyukur mendapat kepercayaan lender institusi dari perbankan, seperti Bank Mandiri, BRI, Permata Bank, Bank Ganesha, Mandiri Tunas Finance, Mandiri Taspen, Indosurya, serta segenap BPD dan BPR.

Ke depan, Taufan mengungkap pihaknya berupaya memperbesar cakupan borrower lewat mengincar lebih banyak kolaborasi dengan entitas yang memiliki ekosistem digital terkait pelaku usaha mikro atau pegiat ekonomi tradisional di pedesaan.

"Kami terus bermitra dengan platform yang memiliki ekosistem digital terkait masyarakat ekonomi informal atau tradisional di pedesaan. Ke depan, entitas yang punya ekosistem petani, peternak, atau pembudidaya, kami open untuk berkolaborasi, dengan harapan bisa memberikan value added untuk anggota ekosistem mereka," tambahnya.

Aria Widyanto, Chief Risk & Sustainability Officer Amartha menambahkan bahwa value added yang bisa diberikan Amartha bukan hanya lewat penyaluran modal usaha saja, namun juga pendampingan dan fitur tambahan bisnis untuk memastikan usaha para borrower berkembang.

Salah satunya terealisasi aplikasi Amartha+ yang dapat digunakan oleh mitra borrower menyediakan layanan pembayaran tagihan rumah tangga berbasis online dan pulsa, sehingga dapat menambah penghasilan di samping usaha utamanya.

Hasilnya, platform yang telah menyalurkan Rp5,95 triliun sejak berdiri ini mencatat 95 persen mitra borrower berhasil memenuhi kebutuhan dasarnya setelah bergabung dengan Amartha. Sebanyak 96 persen mitra juga tercatat dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Berdasarkan riset kami, bahkan dampak kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh mitra saja tetapi juga oleh keluarga dan komunitas di sekitarnya. Sebanyak 30 persen mitra Amartha mampu menciptakan lapangan kerja informal di desa, sehingga dampaknya berlipat ganda karena turut menyejahterakan masyarakat di sekitarnya," jelasnya.

Turut hadir, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) periode 2014-2019 yang kini menjabat Komisaris Utama Amartha, Rudiantara yang berharap besar pengaruh sosial Amartha bisa lebih cepat diperluas.

Pria yang akrab disapa Chief ini meyakini bahwa setiap startup memiliki periode belajar. Oleh sebab itu, Amartha yang kini telah memasuki usia 12 tahun dan telah memiliki pengalaman merangkul 1 juta borrower pasti telah mempelajari strategi untuk mempercepat perluasan cakupan bisnisnya.

"Saya optimis Amartha dapat menjangkau jutaan UMKM lainnya, bahkan dalam waktu yang lebih cepat. Kuncinya kolaborasi yang bersinergi. Oleh sebab itu, saya mengajak pendana institusi dari berbagai sektor maupun pendana individu, untuk berpartisipasi dan menciptakan jutaan peluang lainnya bersama Amartha," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan mikro Amartha P2P lending
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top