Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penawaran Tender Sukarela BFI Finance (BFIN) Kantongi Pernyataan Efektif OJK

Rencana Trinugraha Capital & Co SCA melakukan tender sukarela atas saham BFI Finance (BFIN), telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.
Karyawati memberikan penjelasan kepada nasabah di kantor BFI Finance di Jakarta./JIBI-Endang Muchtar
Karyawati memberikan penjelasan kepada nasabah di kantor BFI Finance di Jakarta./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penawaran tender sukarela oleh Trinugraha Capital & Co SCA atas saham PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Hal itu termuat dalam pernyataan penawaran tender sukarela yang dikeluarkan pada 14 Maret 2022.

TC akan melakukan penawaran tender sukarela sebanyak 9.131.865.960 saham yang mewakili 57,19 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam BFIN, dengan harga penawaran sebesar Rp1.200 untuk setiap sahamnya. Dengan demikian nilai penawaran tender sukarela sebanyak-banyaknya Rp10,96 triliun.

"Penawaran tender sukarela ini telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan," seperti dikutip dari penyataan penawaran tender sukarela, Senin (14/3/2022). 

Penawaran tender sukarela ini mendapatkan pernyataan efektif oleh OJK pada 11 Maret 2022. Selanjutnya, periode penawaran penawaran tender sukarela akan dimulai pada 15 Maret 2022 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 13 April 2022 pukul 15.00 WIB.

Perkiraan tanggal pembayaran dijadwalkan pada 25 April 2022. TC akan melaporkan hasil penawaran tender sukarela kepada OJK paling lambat tanggal 4 Mei 2022.

Setelah tender sukarela, dengan asumsi seluruh pemegang saham melakukan tender atas sahamnya, TC akan memegang 100 persen saham BFIN. Namun, TC berkomitmen BFIN dapat memenuhi ketentuan free float, yakni minimal 7,5 persen saham dimiliki publik.

Sebelum tender atau saat ini, susunan pemegang saham BFIN ialah TC 42,81 persen, DB SPORE DCS A/C NTASIAN DISCOVERY FUND 5,23 persen, masyarakat 45,68 persen, dan saham treasuri 6,28 persen.

Setelah penawaran tender sukarela dilaksanakan, TC dan BFIN memiliki rencana untuk mengarahkan bisnis BFIN kembali ke level pra pandemi Covid-19 dengan tetap menekankan kehati-hatian terutama kualitas aset di tengah kondisi yang menantang. Selain itu, memanfaatkan keahlian dan pengetahuan lokal BFIN untuk membangun pertumbuhan berkelanjutan dalam bisnis pembiayaan konsumen intinya. Serta, berinvestasi dalam transformasi bisnis dan menerapkan teknologi digital dalam mengoptimalkan operasi untuk melayani klien dengan lebih baik dan memperkuat daya saing untuk pertumbuhan jangka panjang.

Dalam melakukan tender sukarela, TC menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) sebagai perusahaan efek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper