Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kantong Orang Kaya Tambah Tebal Selama Pandemi, Ini Datanya

Total nominal simpanan nasabah bank umum di Indonesia mencapai Rp7.446 triliun pada Februari 2022. Nilai tersebut naik 10,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  13:38 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total nominal simpanan nasabah bank umum di Indonesia mencapai Rp7.446 triliun pada Februari 2022. Nilai tersebut naik 10,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Namun secara bulanan, total nominal simpanan nasabah bank umum per Februari hanya naik 0,1 persen secara bulanan (MoM), dari sebelumnya Rp7.440 triliun di posisi Januari 2022.

Laporan LPS Distribusi Simpanan Bank Umum edisi Februari 2022 yang dirilis Kamis (31/3/2022) menyatakan bahwa akumulasi simpanan yang berasal dari tiering nominal atau kelas simpanan di atas Rp5 miliar tercatat sebesar Rp3.818 triliun pada Februari 2022.

Artinya, jumlah tiering nominal di atas Rp5 miliar bertambah 16,3 persen yoy, sekaligus menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi dibandingkan dari tiering lainnya. Selain itu, nilai ini juga berkontribusi sebesar 51,3 persen terhadap total simpanan di perbankan.

LPS menyampaikan kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan Rp100 juta sampai dengan Rp200 juta yang naik sebesar 0,3 persen MoM.

“Sedangkanpenurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada tiering Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar -0,6 persen MoM,” jelas LPS, Kamis (31/3/2022).

Kemudian, akumulasi dari tiering dengan saldo Rp2 miliar hingga Rp5 miliar tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp619 triliun pada Februari 2022. Untuk tiering ini berkontribusi sebesar 8,3 persen terhadap total simpanan di perbankan.

Lalu, ada akumulasi simpanan tiering Rp1 miliar hingga Rp2 miliar juga tumbuh sebesar 5,4 persen yoy menjadi Rp480 triliun atau berkontribusi 6,4 persen dari total simpanan di perbankan.

Selanjutnya, akumulasi simpanan tiering Rp500 juta hingga Rp1 miliar juga mengalami peningkatan sebesar 5,2 persen yoy menjadi Rp548 triliun pada Februari 2022. Adapun, nilai tersebut setara dengan 7,4 persen dari total simpanan di perbankan.

Setali tiga uang, akumulasi simpanan tiering Rp200 juta hingga Rp500 juta meningkat 5,4 persen yoy menjadi Rp631 triliun, atau berkontribusi sebesar 8,5 persen terhadap total simpanan di perbankan.

Berikutnya, akumulasi simpanan tiering Rp100 juta hingga Rp200 juta tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp402 triliun, atau 5,4 persen dari total simpanan di perbankan.

Terakhir, akumulasi simpanan tiering di bawah Rp100 juta meningkat 4,5 persen yoy menjadi Rp948 triliun. Nilai ini berkontribusi 12,7 persen terhadap total simpanan di perbankan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan lps simpanan perbankan dpk
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top