Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI (BBNI) Ekspansi Green Banking Korporasi Senilai Rp6,1 Triliun

BBNI mencatat ada Rp6,1 triliun pipeline korporasi kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan pada kuartal I/2022 yang telah disalurkan dan sedang menjalani proses perjanjian kredit.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 15 April 2022  |  10:17 WIB
Gedung BNI - Istimewa
Gedung BNI - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terus mendorong potensi green banking seiring dengan peningkatan tren investasi bisnis hijau.

Perusahaan bersandi saham BBNI itu mencatat setidaknya ada Rp6,1 triliun pipeline korporasi kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan pada kuartal I/2022 yang telah disalurkan dan sedang menjalani proses perjanjian kredit.

Adapun, segmen green banking yang mendapat penyaluran kredit ini antara lain adalah sektor energi terbarukan, pembangunan gedung berwawasan lingkungan, serta transportasi ramah lingkungan.

Direktur Corporate Banking BNI, Silvano Rumantir mengatakan bahwa tren investasi perlahan mulai membaik pada awal tahun ini, khususnya dari segmen debitur korporasi berwawasan lingkungan.

Di samping itu, BBNI juga menilai terdapat banyak proyek berpotensi yang dapat mendukung sumber pertumbuhan kinerja kredit BNI tahun ini.

“Di tahun ini, kami pun tetap melanjutkan dukungan kebijakan pemerintah dan OJK dalam pemberian insentif hijau kepada debitur yang menurunkan emisi karbon bisa berupa penurunan suku bunga, pelonggaran waktu pinjaman maupun penambahan fasilitas kredit bagi debitur yang termasuk pada sektor hijau tersebut,” ujar Silvano dalam keterangan tertulis, Jumat (15/4/2022).

Silvano mengungkapkan bahwa BNI mengimplementasikan pendekatan green economy melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank.

Pertama, integrasi keuangan berkelanjutan pada sektor industri secara bertahap. Kedua, BNI proaktif meningkatkan pemahaman aspek Lingkungan Sosial dan Tata Kelola (LST) untuk pegawai sekaligus nasabah dan debitur. 

Ketiga, BNI juga telah memiliki program atau produk konsumtif yang termasuk Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) dan terus dioptimalkan. Keempat, penerapan keuangan berkelanjutan dalam manajemen risiko untuk menjamin kesinambungan pertumbuhan bisnis green banking.

"Terakhir, BNI terus ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang termasuk dan terkait dengan dengan green & sustainable banking," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni kredit bbni
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top