Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DBS Kantongi Sejumlah Proyek Energi Terbarukan

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia menandatangani fasilitas pinjaman senilai Rp394,14 miliar (US$27,5 juta) dengan PT Jaya Bumi Paser (JBP), anak usaha Indika Energy. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 April 2022  |  16:04 WIB
DBS Group Holdings Ltd.  - Istimewa
DBS Group Holdings Ltd. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank DBS Indonesia tengah mengkaji penyaluran kredit untuk sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Head of IBG Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan saat ini perseroan tengah melakukan due diligence dan analisa kredit beberapa proyek industi hijau.

Proses kajian tersebut akan memakan waktu yang cukup lama karena transisi dan diversifikasi bisnis nasabah korporasi DBS Indonesia.

“Untuk penyaluran kredit kami sedang mengkaji pembiayaan proyek seperti solar power skala besar, pengembangan pembangkit listrik tenaga geothermal, pembiayaan tambang dan smelter aluminium sebagai bahan baku utama pabrik kendaraan listrik,” kata Kunardy kepada Bisnis, Selasa (19/4/2022). 

Kunardy mengatakan untuk hal yang baru seperti sustainable economy memberikan tantangan dari sisi komersial bagi pelaku bisnis dan bagi perbankan dari sisi pembiayaan karena nuansa risiko yang berbeda baik eksternal/ makro maupun internal proyek. 

Strategi DBS Indonesia dalam mendukung sustainable economy adalah dengan memodifikasi framework atau risk appetite yang sejalan dengan perjalanan para nasabah korporasi kami menuju transisi ekonomi rendah karbon. 

“Framework risiko yang dimaksud adalah risiko bisnis, risiko keuangan, dan juga resiko struktur pembiayaan,” kata Kunardy. 

Secara umum, lanjutnya, ada beberapa scorecard yang diperhatikan oleh DBS Group sebelum memulai proyek green financing, diantaranya adalah DBS Group Core Credit Risk, Group Responsible Financing Standard dan 9 Sector Guides terkait sektor-sektor yang memiliki risiko ESG. 

Analisis tersebut termasuk seluruh produk dan layanan capital market dan investasi diantaranya di sektor Kelapa sawit, pertambangan & mineral dan energi. 

“Untuk setiap kredit yang diinisiasi oleh IBG harus disertakan dengan ESG Risk Assessment. Pada 2020 kami menerapkan Risk Matrix yang lebih mutakhir sebuah system untuk melengkapi assessment terhadap risiko ESG,” kata Kunardy. 

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia menandatangani fasilitas pinjaman senilai Rp394,14 miliar (US$27,5 juta) dengan PT Jaya Bumi Paser (JBP), anak usaha Indika Energy. 

Indika Energy, melalui anak usaha PT Jaya Bumi Paser (JBP), telah dari Bank DBS Indonesia yang merupakan gabungan dari pendanaan jangka pendek dan panjang untuk berbagai kegiatan perusahaan.

Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Indika Energy merupakan transisi pembiayaan untuk mendanai proyek pengembangan sumber energi baru dan terbarukan berbasis biomassa yaitu wood pellet yang akan dilakukan oleh JBP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit energi terbarukan dbs
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top