Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melesat 52 Persen, BTN (BBTN) Raup Laba Rp1 Triliun per April 2022

PT Bank Tabungan Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBTN) mengawali kuartal II/2022 dengan mencatatkan pertumbuhan positif laba bersih sebesar 52,22 persen secara year-on-year (yoy) pada April 2022. 
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  23:07 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BP Tapera, Bank BTN, dan Perum Perumnas tentang Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat, di Jakarta, Kamis (20/5/2021) - M.Richard
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BP Tapera, Bank BTN, dan Perum Perumnas tentang Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat, di Jakarta, Kamis (20/5/2021) - M.Richard

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBTN) mengawali kuartal II/2022 dengan mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan laba bersih sebesar 52,22 persen secara year-on-year (yoy) pada April 2022.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan di situs resmi Bank BTN, Rabu (25/5/2022), bank spesialis perumahan ini tercatat meraup laba bersih senilai Rp1 triliun per April 2022. Capaian tersebut meningkat dibandingkan laba bersih April 2021, yang sebesar Rp658,52 miliar.

Kenaikan laba bersih emiten bank berkode saham BBTN ini disumbang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih yang diikuti dengan penurunan beban bunga.

Sampai dengan April, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Bank BTN meningkat 31,03 persen yoy atau dari Rp3,7 triliun menjadi Rp4,86 triliun. Adapun, beban bunga turun 30,48 persen yoy menjadi Rp3,28 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan bahwa sampai dengan akhir tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih di kisaran 12 – 14 persen dibandingkan perolehan tahun lalu.

Untuk mencapai target tersebut, BBTN akan fokus menggarap segmen perumahan untuk milenial, mengoptimalkan kantor cabang sebagai point of sales and services, dan mengembangkan bisnis Kredit Perumahan Rakyat (KPR) non-subsidi.

Selain itu, Bank BTN juga terus membangun ekosistem digital untuk perumahan beserta rantai pasoknya, mempercepat bisnis proses, dan asset sales.

Bank BTN baru-baru ini mendapat kucuran dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Citi Bank, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai total US$100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun.

Dari total kredit sebesar US$100 juta tersebut, JICA berkontribusi senilai US$60 juta, sementara Citi dan BCA memberikan fasilitasi sebesar Rp560 miliar. Adapun, fasilitas pinjaman JICA memiliki jangka waktu hingga 5 tahun.

Haru mengatakan pinjaman itu akan digunakan oleh BTN untuk menyalurkan pembiayaan KPR kepada segmen menengah ke bawah, khususnya yang berpenghasilan di bawah Rp12 juta.

Menurutnya, segmen itu cukup mendominasi realisasi KPR nonsubsidi perseroan dengan kontribusi sebesar 72,55 persen pada 2021. Untuk memenuhi komitmen perjanjian tersebut, BTN akan membidik generasi milenial dan generasi Z.

“Kami intensif menggandeng para pengembang yang membangun hunian yang sesuai dengan selera milenial. Selain itu, kami juga meracik beragam program KPR yang memudahkan akses para generasi milenial maupun generasi Z, seperti aplikasi BTN properti dan program KPR BTN Gaes for Milenial,” kata Haru.

Haru menyatakan bahwa dengan fasilitas pinjaman dari JICA, BTN dapat menambah penyaluran KPR nonsubsidi untuk 460 uni rumah per tahun sepanjang 2022-2027, sesuai dengan akhir tenor pinjaman JICA ke perseroan.

Tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran KPR nonsubsidi sebanyak 43.931 unit atau tumbuh 59,08 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn perbankan laba bersih Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top