Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mestika (BBMD) Tuntaskan RUPS Tahunan 2022, Ini Poin-Poin Kesepakatannya

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) menghasilkan berbagai keputusan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  14:50 WIB
Jajaran direksi dan komisaris PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) pada RUPS Tahunan di Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa (24/5/2022).  - Istimewa
Jajaran direksi dan komisaris PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) pada RUPS Tahunan di Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa (24/5/2022). - Istimewa
Bisnis.com, MEDAN - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) menghasilkan berbagai keputusan.
Terdapat enam poin yang dibahas pada rapat tersebut. Hasilnya dipaparkan oleh Coorporate Secretary Bank Mestika Suharto Kurniawan di Medan, Selasa (24/5/2022).
Pertama, rapat menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Direksi dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.
"Memberi pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris Bank Mestika atas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam laporan keuangan," kata Suharto, Rabu (
Kedua tentang penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021. Rapat memutuskan membagi dividen Rp138 miliar kepada para pemegang saham dengan total 4.027.068.800 lembar saham.
Direksi perseroan diberi kuasa dan wewenang untuk mengatur tata cara dan pelaksanaan pembayaran dividen tunai serta mengumumkannya sesuai ketentuan.
Menurut Suharto, sisa laba perseroan itu akan digunakan untuk berbagai hal. Antara lain untuk memperkuat rasio modal, pengembangan teknologi digital untuk peningkatan pelayanan kepada nasabah, memperkuat sistem serta memperluas operasional perbankan dan  peningkatan sumber daya manusia.
Melalui rapat ini, dewan komisaris perseroan juga diberi wewenang menunjuk akuntan publik independen guna mengaudit laporan keuangan perseroan pada 31 Desember 2022 mendatang. Hasilnya, Frendy Susanto kembali dipilih menjadi akuntan publik independen bank tersebut.
Sedangkan direksi perseroan diberi kewenangan untuk menetapkan honorariumnya.
Poin pembahasan keempat tentang penetapan remunerasi (gaji dan tunjangan lainnya) serta tantiem direksi dan dewan komisaris.
Budget honor seluruh seluruh anggota dewan komisaris ditetapkan sebesar Rp234.736.850 per-bulan. Pajak mereka ditanggung oleh perusahaan. 
Di samping itu, dewan komisaris perseroan diberi kuasa dan wewenang untuk menentukan gaji tantiem.
"Dan menetapkan pembagiannya bagi masing-masing anggota dewan komisaris yang berlaku sampai dengan diputuskan lain dalam RUPS Tahunan berikutnya," kata Suharto.
Dewan komisaris juga diberi wewenang dan kekuasaan untuk menetapkan gaji, bonus, tantiem dan tunjangan lainnya bagi masing-masing anggota direksi perseroan.
Poin selanjutnya menyetujui pembelian saham perseroan sebagai bentuk remunerasi yang bersifat variabel maksimal senilai Rp1.060.116.756. Kemudian penunjukkan satu anggota Bursa Efek untuk melakukan pembelian yang dimaksud.
Pelaksanaannya ditetapkan selama 18 bulan, terhitung sejak 25 Mei 2022 hingga 24 November 2023 mendatang.
"Tentunya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Suharto.
Hasil rapat ini juga menyetujui pengalihan remunerasi yang bersifat variabel dalam bentuk saham periode 2018 dan 2019 yang telah ditangguhkan kepada material risk taker.
Direksi Bank Mestika diberi kuasa dan wewenang dengan hak substitusi untuk melakukan segala proses dan tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan pembelian saham tersebut.
PT Bank Mestika Dharma Tbk membukukan laba bersih senilai Rp519,58 miliar sepanjang 2021, tumbuh 59,41 persen secara tahunan (yoy). Selain laba, total aset Bank Mestika juga meningkat 12,88 persen (yoy) menjadi Rp15,98 triliun.
Menurut Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S. Kartasasmita, performa positif tersebut didongkrak oleh strategi jitu perseroan.
Selama ini, Bank Mestika fokus pada segmen kredit high yield. Pilihan ini menawarkan margin bunga bersih (NIM) stabil di level 5 persen.
Di samping itu, kata Achmad, pencapaian di atas juga tak lepas dari peran pemerintah, khususnya dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Seperti diketahui, pemerintah memberi berbagai program stimulus agar perekonomian kembali pulih.
Achmad mengatakan, perseroan turut mendukung momentum pemulihan tersebut dengan cara menyalurkan kredit ke berbagai sektor. Termasuk pada sektor kredit konsumer. 
"Kami berinisiatif mendorong percepatan pertumbuhan kredit konsumer dengan melakukan kerjasama strategis dengan beberapa developer yang memiliki reputasi baik, menggelar sejumlah event virtual dan membuat promosi yang menarik," ujar Achmad, Senin (11/4/2022) lalu.
PT Bank Mestika juga mencatat kinerja positif pada Kuartal I 2022. Pada periode tersebut, penyaluran kredit Bank Mestika sudah mencapai Rp8,40 triliun.
Jumlah di atas mengalami peningkatan Rp1,37 triliun atau tumbuh 19,52 persen secara year on year (yoy). Pada Kuartal I 2021, kredit Bank Mestika diketahui hanya Rp7,02 triliun.
Achmad mengatakan, jajarannya akan terus fokus membangun kinerja keuangan sehingga semakin kuat dan berkelanjutan. Optimisme itu muncul seiring catatan apik penyaluran kredit Bank Mestika pada Kuartal I 2022 ini.
"Ini sebuah pencapaian yang sangat membangun rasa optimis bahwa perseroan di akhir tahun akan membukukan nilai kredit yang lebih besar dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan," ujar Achmad.
Selain penyaluran kredit, kualitas portofolio yang dikelola Bank Mestika juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan.
Rasio non-performing loan (NPL) Bank Mestika yang terus membaik ke posisi 1,68 persen (yoy) pada Kuartal I 2022. Pada periode yang sama tahun lalu, NPL Bank Mestika masih berada di level 1,78 persen.
Begitu juga dengan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pertumbuhannya menyentuh 9,29 persen (yoy), yakni dari Rp10,38 triliun menjadi Rp11,35 triliun pada Kuartal I 2022.
Pertumbuhan DPK ditopang dengan rasio dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) yang turut meningkat menjadi 44,01 persen (yoy).
Dari sisi laba, kinerja Bank Mestika juga tercatat positif. Pada Kuarta I 2022, laba Bank Mestika tumbuh 24,63 persen (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Bank Mestika meningkat menjadi Rp120,58 miliar per akhir Triwulan I 2022. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih Bank Mestika Rp96,75 miliar.
Peningkatan laba bersih tersebut didongkrak oleh pertumbuhan dana murah yang juga mendorong perbaikan biaya dana atau Cost of Fund (CoF). Yakni dari 2,69 persen pada akhir Kuartal I 2021 lalu menjadi 2,19 persen pada Kuartal I 2022. 
Adapun, total ekuitas Bank Mestika juga meningkat 11,81 persen atau sebesar Rp456,22 miliar (yoy) pada Kuartal I 2022. Nilainya kini menjadi Rp4,32 triliun.
Menurut Achmad, catatan apik sisi likuiditas dan permodalan menjadi pondasi Bank Mestika dalam melanjutkan kestabilan kinerja keuangan. Sekaligus menopang pertumbuhan bisnis agar terus positif pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rupst bank mestika
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top