Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Dominasi Industri Keuangan, Kontribusi Aset Asuransi ke PDB Hanya 9,6 Persen

Berdasarkan data 2020, rasio premi industri asuransi terhadap PDB hanya 1,9 persen. Angka tersebut, cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean. Misalnya, Singapura sebesar 9,5 persen, Thailand  5,3 persen, Malaysia 5,4 persen dan bahkan Vietnam 2,3 persen.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  13:15 WIB
Perbankan Dominasi Industri Keuangan, Kontribusi Aset Asuransi ke PDB Hanya 9,6 Persen
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati - Youtube Ministry of Finance Republic Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kontribusi aset asuransi ke produk domestik bruto (PDB) hanya sekitar 9,6 persen.

Berdasarkan catatan Sri Mulyani, sektor keuangan masih didominasi oleh sektor perbankan. Pada 2021 aset sektor perbankan mencapai 78 persen dari keseluruhan aset sektor keuangan. Sektor asuransi hanya berkontribusi sekitar 13 persen meskipun masih bertumbuh.

"Kontribusi aset terhadap PDB itu hanya sekitar 9,6 persen. Data ini mengonfirmasi fakta bahwa penetrasi asuransi dan densitas di Indonesia itu masih rendah," kata Sri Mulyani dalam Indonesia Financial Group International Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan data 2020, rasio premi industri asuransi terhadap PDB hanya 1,9 persen. Angka tersebut, cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean. Misalnya, Singapura sebesar 9,5 persen, Thailand  5,3 persen, Malaysia 5,4 persen dan bahkan Vietnam 2,3 persen.

Selain itu, kata Sri Mulyani, belanja tahunan total untuk asuransi atau densitas asuransi oleh individu menunjukkan tren menurun dan hanya mencapai sekitar US$75 per tahun atau sekitar 1,9 persen dari total belanja individu per tahun.

"Dengan penetrasi dan densitas yang rendah, mengimplikasikan bahwa pasar asuransi di Indonesia masih sangat luas dan terbuka untuk dapat diekspansi dan dikembangkan lebih lanjut," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK) industri asuransi mencatatkan penghimpunan premi asuransi pada April 2022 sebesar Rp21,8 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp8,6 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp13,2 triliun. Fintech P2P lending pada April 2022 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp38,68 triliun atau tumbuh sebesar 87,7 persen yoy. Piutang perusahaan pembiayaan pada April 2022 tumbuh sebesar 4,51 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi sri mulyani
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top