Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengejutkan! Begini Temuan Nasib Bank Digital di Seluruh Dunia

Dari sekitar 400 bank digital yang beroperasi di seluruh dunia, 40 perusahaan di antaranya sudah berstatus unikorn.
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/2/2019). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/2/2019). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan konsultan strategi global asal Jerman, Simon-Kucher & Partners, melaporkan bahwa jumlah bank digital atau neobank tumbuh pesat dalam 2 tahun terakhir di seluruh dunia. Dari sekitar 400 bank digital yang teridentifikasi hingga Januari 2022 di seluruh dunia namun hanya segelintir yang mampu membukukan keuntungan.

Dalam laporannya, Simon-Kucher menyebutkan bank digital memiliki 1 miliar rekening di seluruh dunia, termasuk 100 juta di Amerika Serikat (AS). Di Brazil, setengah dari populasi negara tersebut memiliki rekening bank digital. Sementara itu, ada 40 bank digital di dunia di antaranya yang berstatus unicorn dengan valuasi di atas US$1 miliar atau lebih dari Rp14 triliun.

“Bank digital telah tumbuh yang sangat cepat, tetapi pada saat yang sama kami memperkirakan kurang dari 5 persen yang menguntungkan,” kata Christoph Stegmeier, mitra senior Simon-Kucher, dikutip dari Forbes, Rabu (1/6/2022).

Stegmeier mengatakan kehadiran neobank di Eropa hampir mencapai satu dekade atau lebih dari 10 tahun, tetapi nyaris tidak ada perusahaan yang mencapai titik impas atau break even.

“Dari 400 neobank di dunia, kurang dari 5 persen yang impas. Kurang dari 85 neobank di AS yang mencapai titik impas, sementara beberapa bank yang berada di zona bakar-bakar uang kehilangan sebanyak US$140 per pelanggan tiap tahun,” kata Stegmeier.

Dia menuturkan bahwa tingkat persaingan antara bank digital dengan bank-bank besar konvensional juga semakin meningkat. Laporan Simon-Kucher menyebutkan bank besar telah berhasil membalikkan keadaan dari semula terganggu menjadi pengganggu terobosan neobank yang sukses dengan penawaran digital.

Sedikitnya ada tiga neobank baru yang diluncurkan oleh kelompok jasa keuangan besar, yaitu JP Morgan’s European neobank, Chase, and Marcus by Goldman Sachs.

“Tetapi banyak bank ritel dan universal besar lainnya tetap ragu-ragu. Bank-bank itu perlu bertindak sekarang jika mereka ingin berpartisipasi dalam tren yang semakin cepat ini atau hanya untuk mempertahankan pangsa pasar mereka,” pungkas Stegmeier.

Menurutnya, bank-bank besar tidak dapat hanya membangun atau menggunakan aplikasi plug and play di pasar, tetapi mereka juga membutuhkan ambisi besar, fokus, dan visi yang jelas. Selain itu, bank besar dapat melakukan akuisisi guna mengejar ketertinggalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper