Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Penyaluran Kredit UMKM, Transformasi jadi Aspek Penting

Transformasi perlu dilakukan baik dalam hal kredit hingga penjaminannya untuk mendukung UMKM.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  01:18 WIB
Genjot Penyaluran Kredit UMKM, Transformasi jadi Aspek Penting
Karyawan Jamkrindo memberikan penjelasan mengenai produk penjaminan kredit kepada calon nasabah, di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Transformasi penyaluran kredit dan dukungan finansial terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menjadi aspek penting dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Transformasi perlu dilakukan baik dalam hal kredit hingga penjaminannya.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan berat selama pandemi Covid-19, terutama bagi UMKM. Segmen usaha tersebut jumlahnya sangat banyak, tetapi juga paling terdampak oleh penyebaran virus corona.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2021, UMKM berkontribusi 61,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp8,6 triliun. Golongan usaha itu menyerap 97 persen tenaga kerja dan menghimpun 60,4 persen total investasi di Indonesia, sehingga pemulihannya menjadi penting bagi perekonomian.

Putrama menilai bahwa dukungan pembiayaan dan penjaminan bagi UMKM menjadi aspek vital dalam pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, perlu adanya transformasi penyaluran kredit agar lebih banyak UMKM yang dapat tumbuh optimal saat ini.

“Jamkrindo akan terus melakukan program pemberdayaan, dengan memperkuat dan mereplikasi model pemberdayaan di daerah lainnya untuk mendorong UMKM naik kelas, yang salah satu kriterianya adalah UMKM dapat mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, serta kriteria-kriteria lainnya,” ujar Putrama, akhir pekan lalu.

Menurutnya, penyaluran kredit harus dapat memastikan UMKM tidak hanya menerima dana berupa pembiayaan, tetapi perlu adanya dukungan yang lebih. Misalnya, memberikan pendampingan dan pelatihan bagi debitur terkait sehingga skala bisnisnya meningkat dan peluang pengembangan usahanya makin luas.

Putrama mencontohkan bahwa pada Maret 2022 lalu, pihaknya bekerja sama dengan Salarea Foundation dalam membangun rumah semai bagi para petani kopi di Garut, Jawa Barat. Selain dukungan pembiayaan, rumah semai itu dapat mendukung kebutuhan pembibitan para petani kopi.

Hal tersebut disertai dengan pendampingan pelatihan barista bagi pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) A di Garut. Menurut Putrama, dukungan bagi masyarakat berkebutuhan khusus dapat membantu mereka membuka berbagai peluang, sehingga penyaluran kredit dapat mendukung terciptakan ekosistem usaha yang berdampak positif.

"Kalangan disibilitas juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat fasilitasi pengembangan diri dan talenta, juga dalam berusaha untuk kemandirian mereka di kemudian hari," ujar Putrama.

Hingga Mei 2022, Jamkrindo telah merealisasikan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp82,62 triliun. Jumlah tersebut naik 65 persen (year-on-year/YoY), dengan jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,84 juta.

Perseroan mencatat penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp26,3 triliun, sejak program tersebut diluncurkan pada Juli 2020 sampai saat ini. Jumlah tersebut terdiri dari Rp17,88 triliun yang disalurkan oleh Jamkrindo dan Rp 8,34 triliun oleh anak usahanya, PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar).

Pemerintah mematok target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2022 senilai Rp373,12 triliun, naik signifikan dari plafon 2021 senilai Rp285 triliun. Menurut Putrama, KUR itu harus tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat semaksimal mungkin bagi penerima dan lingkungan sekitarnya.

"Dukungan terhadap pelaku UMKM sangat penting untuk meningkatkan kembali geliat perekonomian, kami berkomitmen untuk senantiasa mendukung kemajuan UMKM," kata Putrama.

Upaya transformasi dan penguatan penyaluran kredit juga tercermin dari langkah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) yang meminta penanaman modal negara hingga Rp6 triliun pada 2023 untuk dua anak usahanya, yakni Jamkrindo dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

IFG meminta agar negara menyuntikkan dana masing-masing Rp3 triliun kepada Jamkrindo dan Askrindo untuk mengantisipasi target kenaikan volume KUR dalam beberapa tahun mendatang.

"Lini depan KUR itu ada bank-bank yang menyalurkan KUR. Kami melakukan penjaminan terhadap kredit yang diberikan oleh perbankan tersebut kepada UMKM," ujar Direktur Utama IFG Robertus Bilitea pada Kamis (16/6/2022).

Dia menjelaskan bahwa realisasi KUR dari perbankan selalu melampaui target, misalnya pada 2021 mencapai Rp285 triliun atau melebihi target Rp220 triliun. Robertus pun memperkirakan bahwa realisasi KUR tahun ini dapat mencapai Rp373 triliun.

IFG pun menilai bahwa adanya kewajiban perbankan untuk menyalurkan 20 persen portofolio kreditnya ke UMKM dapat terus meningkatkan potensi realisasi KUR. Perkiraannya, realisasi itu dapat mencapai Rp452 triliun pada 2023, Rp539 triliun pada 2024, hingga Rp627 triliun pada 2025.

Robertus menyebut bahwa Jamkrindo memiliki gearing ratio (GR) stabil 17,47 pada 2023, tetapi berpotensi mencapai 20,27 pada 2024 seiring kenaikan realisasi kredit—serupa kondisi dengan Askrindo. Hal tersebut mendasari IFG dalam meminta suntikan modal negara untuk dua anak usahanya.

"Karenanya, rencana ini harus diikuti juga dengan penguatan struktur permodalan dari Jamkrindo dan Askrindo. Sesuai ketentuan OJK, kapasitas struktur permodalan ini terlihat dari GR, di mana maksimal leverage 20 kali dari kapasitas permodalan yang ada," kata Robertus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit umkm jamkrindo
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top