Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Indonesia Catat Kredit Bank Tembus Rp5.999 Triliun per Mei 2022

Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh 8,7 persen secara tahunan, disokong oleh kredit modal kerja yang tumbuh 11 persen yoy.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  19:59 WIB
Bank Indonesia Catat Kredit Bank Tembus Rp5.999 Triliun per Mei 2022
Bank Indonesia catat kredit bank tembus Rp5.999 triliun per Mei 2022. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit yang disalurkan oleh bank tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp5.999,0 triliun pada Mei 2022.

Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar (M2) per Mei 2022, kredit perbankan tumbuh melambat per Mei 2022 dibandingkan dengan posisi April 2022 yang tercatat tumbuh 8,9 persen secara tahunan dengan nilai Rp5.971,6 triliun.

Perlambatan pertumbuhan kredit terutama terjadi pada golongan debitur korporasi,” tulis BI dalam laporan, dikutip Senin (27/6/2022).

Dari total tersebut, BI menjelaskan kredit kepada korporasi tumbuh melambat dari 10,3 persen secara tahunan pada April 2022 menjadi 9,8 persen secara tahunan pada bulan laporan.

Adapun nilai kredit golongan debitur korporasi mencapai Rp3.073,1 triliun pada posisi Mei 2022, sedangkan pada April mencapai Rp3.049,9 triliun.

Sementara itu, kredit kepada perorangan tumbuh 9,1 persen secara tahunan menjadi Rp2.882,8 triliun. Itu meningkat dari pertumbuhan sebesar 8,9 persen secara tahunan pada April 2022 yang tercatat Rp2.878,4 triliun. 

Adapun golongan debitur jenis lainnya mengalami kontraksi 43,9 persen pada Mei 2022 menjadi Rp43,1 triliun. Golongan ini terpantau naik dari sebelumnya terkontraksi 43,6 persen menjadi Rp43,3 triliun pada posisi April 2022.

Mengacu pada jenis penggunaan, perlambatan penyaluran kredit pada Mei 2022 terjadi pada kredit modal kerja (KMK) dan kredit konsumsi. Untuk KMK tercatat tumbuh 11,0 persen secara tahunan pada Mei 2022 menjadi Rp2.742,8 triliun, melambat dari bulan sebelumnya 11,5 persen secara tahunan.

Perlambatan KMK terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor keuangan, real estatdan jasa perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi juga mengalami perlambatan dari 6,4 persen secara tahunan pada April 2022 menjadi 6,2 persen secara tahunan per Mei 2022. Pada posisi Mei 2022, kredit konsumsi mencapai Rp1.715,8 triliun.

BI mengungkapkan perlambatan yang terjadi pada kredit konsumsi didorong oleh penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Di sisi lain, kredit investasi (KI) meningkat dari 7,2 persen secara tahunan pada April 2022 menjadi 7,6 persen secara tahunan pada Mei 2022 dengan nilai Rp1.540,3 triliun. Kredit pada jenis penggunaan ini terutama terjadi di sektor konstruksi, sektor pengangkutan, dan komunikasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia perbankan kredit
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top