Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Investasi Reksa Dana Saham Pertama Kali

Pertama, pilih manajer investasi yang tepat. Setelah itu, memilih karakteristik produk yang sesuai kebutuhan, kemudian lengkapi dengan strategi memilih waktu investasi yang ciamik.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  13:23 WIB
Tips Investasi Reksa Dana Saham Pertama Kali
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring terus meningkatnya popularitas reksa dana saham di kalangan anak muda, platform edukasi keuangan dan belajar investasi Ternak Uang (PT Ternak Uang Nusantara) berbagi tips untuk para pemula.

Sebagai pengingat, reksa dana merupakan tempat mengumpulkan uang atau dana investasi dari masyarakat, kemudian manajer investasi akan mengelola dan menginvestasikan dalam berbagai instrumen investasi.

Untuk reksa dana saham, instrumen yang dimaksud tentunya saham, namun dengan porsi atau jenis tertentu sesuai kebijakan dan karakteristik produk, serta keputusan manajer investasi.

Co-Founder Ternak Uang Felicia Putri Tjiasaka menekankan karena reksa dana dijalankan oleh manajer investasi, investor pemula harus memulai langkahnya dengan memilih manajer investasi yang tepat.

"Untuk pemula, mereka bisa memilihnya dari 20 manajer investasi terbaik berdasarkan dana kelolaan. Untuk mengetahui daftarnya bisa dicek di website IDX, dan beberapa agen penjual reksa dana. Alternatif lainnya, pilih manajer investasi yang kamu kenal secara personal dan bisa dipercaya. Kalau tidak kenal, lebih baik skip saja," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/6/2022).

Setelah menyortir manajer investasi, langkah selanjutnya memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Felicia membagikan tips ciri reksa dana yang menguntungkan dengan analisa dari beberapa karakteristik.

"Idealnya, pilihlah reksa dana yang punya dana kelolaan yang tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar. Kalau terlalu besar, nanti kurang lincah sehingga tidak fleksibel. Tapi kalau terlalu kecil, itu sulit untuk dipercaya, rentan bermasalah ke depannya. Idealnya, dana kelolaannya di kisaran Rp100 miliar hingga Rp1 triliun," jelasnya.

Selain itu, Felicia mengimbau investor lebih jeli dalam melihat rekam jejak reksa dana yang dipilih. Paling aman, bisa dilihat dari laporan bulanan reksa dana tersebut beserta prospektusnya.

"Setelah itu, cek return-nya. Apakah bagus dan konsisten dalam jangka panjang atau tidak. Lalu, cari reksa dana yang drawdown [kerugian] paling rendah. Terakhir, pilih reksa dana yang expense ratio dan biaya manajer investasinya rendah," tambahnya.

Meski demikian, lanjut Felicia, seorang investor tetap memerlukan strategi saat berinvestasi reksa dana saham. Pada umumnya, ada lima trik yang dijadikan strategi para investor pemula.

Antara lain, lump sum atau beli sekaligus dalam satu waktu, dollar cost averaging atau beli dalam waktu yang berbeda-beda, market timing atau membeli dan menjual di waktu yang tepat, average up, serta buy and hold.

Dalam kondisi terkini, Felicia merekomendasikan investor untuk menerapkan strategi dollar cost averaging karena pergerakan reksa dana saham tengah sangat fluktuatif.

"Lebih cocok untuk investasi secara rutin saja, agar menghindari beli di harga pucuk atau tertinggi. Kemudian, jangan pakai buy and hold, itu tidak cocok karena reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi yang bisa melakukan salah atau pindah perusahaan. Idealnya, selalu melakukan evaluasi setiap enam bulan atau setahun sekali," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana tips investasi reksa dana saham
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top