Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume Outgoing SKNBI BRI (BBRI) Naik Jadi Rp151 Triliun per Mei 2022, Ritel Juaranya!

BRI (BBRI) mencatat jumlah transaksi outgoing SKNBI tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun, untuk nominal juga mengalami kenaikan sebesar 13 persen menjadi Rp151 triliun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  14:00 WIB
Volume Outgoing SKNBI BRI (BBRI) Naik Jadi Rp151 Triliun per Mei 2022, Ritel Juaranya!
Gedung Bank Rakyat Indonesia - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) masih mengalami kenaikan hingga Mei 2022 yang didominasi oleh transaksi ritel.

Untuk diketahui, SKNBI adalah infrastruktur yang digunakan oleh Bank Indonesia (BI) dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik pada layanan transfer dana, layanan kliring warkat debit, layanan pembayaran reguler, dan layanan penagihan reguler.

BRI mencatat jumlah transaksi outgoing SKNBI perseroan tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Senada, untuk nominal juga mengalami kenaikan sebesar 13 persen menjadi Rp151 triliun.

Sementara itu, jumlah transaksi incoming SKNBI BRI sampai dengan posisi Mei 2022 terjadi kenaikan sebesar 22 persen secara tahunan. Sedangkan untuk nominal terjadi kenaikan sebesar 13 persen menjadi Rp146 triliun.

“Transaksi SKNBI masih didominasi oleh transaksi ritel, baik yang berasal dari nasabah perorangan maupun nasabah corporate dan transaksi yang berkaitan dengan bantuan sosial,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Bisnis, Selasa (28/6/2022).

Aestika mengungkapkan tingginya minat nasabah BBRI bertransaksi melalui SKNBI dikarenakan SKNBI menyediakan fitur bulk untuk transaksi transfer dana yang  memudahkan nasabah dalam mengirimkan transaksi dalam yang jumlah besar.

Selain itu, Aestika menyatakan jika dibandingkan dengan berbagai jenis alat pembayaran yang ada, nasabah juga membayar dengan biaya yang murah dalam mengirimkan dana antarbank.

Di sisi lain, jumlah transaksi BI-Fast juga mengalami pertumbuhan. Hal ini tercermin dari jumlah transaksi yang diterima oleh BRI mencapai 6,6 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp22 triliun.

Sedangkan transaksi BI-Fast yang dikirimkan oleh nasabah BRI sebanyak 927.000 transaksi dengan nominal sebesar Rp4,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia bri bank rakyat indonesia kliring
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top