Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal I/2022, Rasio NPL BCA (BBCA) Terjaga di Level 2,3 Persen

Rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terjaga di level 2,3 persen.
Nasabah berbicara dengan karyawan melalui Video Banking di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Nasabah berbicara dengan karyawan melalui Video Banking di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengatakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BCA tetap terkendali di angka 2,3 persen pada kuartal I/2022.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan keberhasilan perusahaan dalam menjaga rasio kredit bermasalah juga didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi pada kuartal I/2022. Adapun, sektor dan segmen yang menjadi penyumbang terbesar NPL adalah manufaktur dan korporasi.

“Perseroan BCA senantiasa menerapkan disiplin manajemen risiko dalam penyaluran kredit sehingga rasio kredit bermasalah atau non performing loan [NPL] tetap terkendali,” kata Hera kepada Bisnis, Jumat (22/7).

Hera menambahkan di tengah ketidakpastian ekonomi, BCA terus mendorong pengembangan layanan berbasis hybrid, baik online maupun offline, untuk dapat mempertahankan posisi di pasar dan senantiasa bertumbuh.

BCA juga terus berupaya untuk mengadopsi teknologi terkini untuk memberikan solusi dan nilai tambah disertai komitmen untuk memberikan layanan yang baik kepada pelanggan.

Dia mengatakan BCA mengapresiasi respon cepat regulator dalam merelaksasi kebijakan restrukturisasi untuk membantu perbankan dan nasabah. BCA terus melakukan monitoring secara intensif terkait kondisi saat ini menuju pemulihan ekonomi nasional.

“BCA senantiasa berada di sisi nasabah dalam masa pemulihan perekonomian ini, termasuk dengan merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi,” kata Hera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper