Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jateng Cetak Laba Rp918 Miliar pada Semester I/2022

Laba Bank Jateng didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menjaga pendapatan bunga bersih.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  15:56 WIB
Bank Jateng Cetak Laba Rp918 Miliar pada Semester I/2022
Bank Jateng. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp918 miliar sepanjang semester I/2022, naik 8,25 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menjaga pendapatan bunga bersih.

Bila dirinci, dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Harian Bisnis Indonesia, per Juni 2022 dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Jateng sebesar Rp63,87 triliun. Dari jumlah tersebut, dana tabungan dan giro atau dana murah (Current accounts saving accounts/CASA) mencapai Rp39,64 triliun (62,06 persen).

Rasio CASA Bank Jateng meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi 56,92 persen dari total DPK.

Keberhasilan Bank Jateng dalam meningkatkan pertumbuhan CASA membuat beban bunga perusahaan turun 34,14 persen menjadi Rp700 miliar pada Juni 2022. Sementara itu, pendapatan bunga berada pada posisi Rp3,21 triliun, sedikit terkoreksi 1,53 persen yoy. Alhasil perusahaan membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp2,51 triliun, tumbuh 14,25 persen.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut membuat laba Bank Jateng naik 8,25 persen yoy menjadi Rp918 miliar pada semester I/2022.

Dari sisi kredit, pada 6 bulan pertama 2022, Bank Jateng telah menyalurkan kredit sebesar Rp49,97 triliun, jumlah tersebut naik tipis 0,1 persen yoy. Kenaikkan pembiayaan yang tinggi terjadi pada pembiayaan syariah yang tumbuh 11,15 persen yoy menjadi Rp2,88 triliun.

Tidak hanya mencatatkan pertumbuhan, kualitas kredit yang disalurkan Bank Jateng juga meningkat. Bank Jateng berhasil menekan non-performing loan (NPL) hingga ke posisi 2,7 persen (gross) dan 0,02 persen (net). Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni berada pada posisi 3,73 persen untuk NPL gross dan 0,32 untuk NPL net.

Rasio net interest margin tumbuh 0,87 basis poin menjadi 6,53 persen dan BOPO turun 455 basis poin menjadi 66,37 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bpd bank jateng
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top