Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Keuntungan Tabungan Emas Dibandingkan Tabungan Uang versi DEET

Pemilik perusahaan perdagangan dinar dan emas asal Malaysia DEET Holding Berhad Haji Mustafa Rabani mengungkapkan keunggulan tabungan emas.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  11:50 WIB
Ini Keuntungan Tabungan Emas Dibandingkan Tabungan Uang versi DEET
Pemilik DEET Holding Berhad Haji Mustafa Rabani (kiri) sebelum melaksanakan konferensi pers di IDCC Ideal Convention Centre Selayang, Malaysia, Sabtu (23/7/2022). - Bisnis/Muhammad Khadafi
Bagikan

Bisnis.com, SELANGOR — Satu jenis produk investasi yang terbilang populer di Indonesia adalah emas. Tabungan logam mulia ini memiliki risiko rendah tetapi mampu menjaga nilai rupiah dari inflasi.

Pemilik perusahaan perdagangan dinar dan emas asal Malaysia DEET Holding Berhad Haji Mustafa Rabani mengungkapkan keunggulan tabungan emas dibandingkan tabungan uang.

1. Nilainya naik

Menurut Mustafa salah satu keunggulan tabungan emas adalah nilainya terus naik. Pun bila terjadi penurunan tidak akan terlalu besar dan akan tetap menjaga nilai mata uang di suatu negara terhadap inflasi.

"Ternyata kalau kita menyimpan emas tidak ada kerugian," kata Mustafa.

Dia mencontohkan bila hari ini menabung Rp1 juta rupiah dan 1 gram emas dalam 10 bulan, maka orang tersebut akan memiliki tabungan sebesar Rp10 juta dan 10 gram emas dengan harga pembelian sekitar Rp9 juta. Pada saat nilai mata uang susut karena inflasi, 10 gram emas kemungkinan akan memiliki harga lebih dari Rp10 juta.

2. Sama seperti menabung uang

Mustafa mengatakan bahwa investasi dalam bentuk tabungan emas sama halnya dengan menabung dalam bentuk mata uang. Oleh karena itu DEET menyediakan layanan membeli emas dengan sesuai dengan kemampuan.

“Konsepnya bagaimana kita mendidik masyarakat untuk menabung emas bermula dari 0,5 gram,” katanya.

3. Bertahan saat krisis

Menurut Mustafa, emas terbukti tangguh menghadapi krisis. Hal ini terbukti saat krisis akibat pandemi Covid-19, harga emas cenderung terjaga dan dalam beberapa kasus sempat naik tinggi.

Adapun masyarakat memiliki kecenderungan untuk memilih instrumen investasi dengan risiko rendah saat krisis. Emas merupakan aset yang memiliki sifat tersebut, sehingga permintaannya terjaga di kala krisis, yang pada akhirnya ikut menjaga stabilitas harga.

Mustafa mengatakan dia akan memberikan edukasi menabung emas ke berbagai negara. Salah satu konsep yang dia gadang adalah perdagangan emas melalui koperasi. "Jadi kita mulai dari koperasi, sistem mulai kita bangun pihak-pihak kita menerapkan kongsi dalam dinar ini, boleh membuat tabungan," ujarnya kepada wartawan yang ditulis pada Senin (25/7/2022).

Dalam hal ini, DEET Holding Berhad juga telah melantik sejumlah agen-agen dari berbagai negara. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan, aplikasi smartphone Dinar Digital sebagai fasilitas tabungan emas maupun jual beli emas atau dinar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas TABUNGAN EMAS investasi emas
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top