Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-156 : Ombak Besar Serangan Balasan dari Ukraina Untuk Rusia 

Ukraina telah melakukan serangan udara telah menyerang lima benteng Rusia. Balasan dilakukan oleh Ukraina.
Anshary Madya Sukma 
Anshary Madya Sukma  - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  09:35 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-156 : Ombak Besar Serangan Balasan dari Ukraina Untuk Rusia 
Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-156 sejak awal invasi. Hari ini, pasukan Ukraina telah melakukan pengeboman di wilayah selatannya yang dikuasai Rusia sebagai upaya merebut kembali wilayahnya. 

Ukraina juga telah menyudutkan Rusia dengan mengisolasi pasukannya di dekat Sungai Dnieper yang sangat sulit dipasok. Menurut pejabat pertahanan dan intelijen Inggris, hal ini merupakan momentum Ukraina dalam melakukan serangan balik.

Tak hanya itu, Ukraina dengan serangan udara telah menyerang lima benteng Rusia di sekitar Kherson dan juga militer Ukraina mengklaim telah berhasil merebut kembali beberapa pemukiman kecil di tepi utara wilayah Kherson. 

Selain itu, simak ini beberapa update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-156 yang dirangkum The Guardian pada Jumat (29/7/2022), sebagai berikut :

Krisis Terjadi di Wilayah Donbas Timur

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk sedang berupaya untuk penduduk yang tinggal di wilayah Donbas Timur untuk segera mengungsi. Hal ini lantaran di wilayah tersebut akan segera dilanda krisis listrik, air, makanan, pasokan medis, pemanas dan terputusnya komunikasi. 

Rincian Korban Akibat Serangan Rusia di Beberapa Titik Wilayah Ukraina

Lima orang tewas dan sedikitnya 25 terluka setelah rudal Rusia menghantam hanggar sebuah perusahaan penerbangan di Kropyvnytskyi, utara Mykolaiv. 

Di tempat lain, sedikitnya dua orang tewas di kota Toretsk di Donetsk setelah sebuah gedung berlantai lima runtuh akibat serangan rudal Rusia.

Ranjau Laut Pantai Koblevo Telan Korban Jiwa

Gubernur regional Mykolaiv, Vitaliy Kim melaporkan dua orang di kota pantai selatan Koblevo dikabarkan tewas karena ledakan ranjau laut saat berenang meskipun diperingatkan.

Puluhan Ribu Orang Rusia Tewas atau Terluka Dalam Perang 

Pejabat AS  mengatakan lebih dari 75.000 orang Rusia diperkirakan tewas atau terluka dalam perang. Menurut anggota parlemen AS, Elissa Slotkin mengatakan jumlah ini sangat berbeda dan malah lebih besar saat dalam pertemuan setelah menghadiri pengarahan rahasia dari pemerintah AS. Namun, tidak ada informasi terkini dari otoritas resmi di Rusia tentang jumlah kematian warganya.

Pengiriman Pertama Biji-bijian Ukraina Paling Cepat Hari Ini 

Kepala bantuan PBB mengatakan dia berharap pengiriman pertama biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina dapat dilakukan paling cepat Jumat. Martin Griffiths mengatakan sudah melakukan pengecekan pengamanan dari pengiriman ini secara mendetail. 

Pertukaran Tahanan Rusia dan AS Belum Mencapai Kesepakatan 

Pembicaraan antara Kremlin dan Washington tentang kemungkinan pertukaran tahanan dikatakan belum mencapai kesepakatan yang jelas, kesepakatan itu dilaporkan melibatkan perdagangan pedagang senjata Rusia yang terkenal dengan bintang bola basket AS dan mantan marinir.

Langkah Tegas Kembali Diambil Estonia Sebagai Sanksi Rusia

Estonia mengatakan bahwa pihaknya akan memblokir warga negara Rusia untuk mendapatkan izin tinggal sementara atau visa untuk belajar di Estonia, hal ini dilakukan sebagai tekanan tanpa henti bagi Rusia dan penduduknya. 

Hongaria Mengkritik Strategi Perlawanan Ukraina 

Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban mengatakan Ukraina tidak dapat memenangkan perang melawan Rusia di bawah strategi dukungan NATO saat ini. Orban menambahkan jika Ukraina tidak mengubah strategi maka perdamaian tidak akan pernah dicapai. 

Eks Jurnalis TV Rusia Memprotes Denda yang Sedang Menimpanya

Mantan jurnalis TV Rusia, Marina Ovsyannikova dikabarkan telah didenda 50.000 rubel ($820 atau £681) setelah dinyatakan bersalah karena mendiskreditkan angkatan bersenjata negaranya di postingan media sosial yang mengutuk tindakan Rusia di Ukraina. Atas denda yang menimpanya ini, Ovsyannikova telah menolak denda terhadapnya karena tidak masuk akal. 

Janji Menteri Luar Negeri Inggris Jika Menjadi Perdana Menteri 

Menteri luar negeri Inggris, Liz Truss mengatakan dia berjanji akan menjadi "teman terbaik" Ukraina jika dia menggantikan Perdana Menteri Inggris sebelumnya, Boris Johnson. 

Truss mengatakan dia akan bekerja dengan sekutu untuk menyediakan lebih banyak senjata dan bantuan kemanusiaan dalam komitmen untuk memastikan Putin gagal di Ukraina dan menderita kekalahan serta Rusia akan dibatasi di masa depan. 

Jerman Sudah Terapkan Penghematan Energi di Wilayahnya

Kota-kota di Jerman sudah  memberlakukan mandi air dingin dan mematikan lampu untuk mengurangi konsumsi energi mereka dalam menghadapi krisis gas Rusia.

Jerman mengumumkan hal ini sebagai upaya pemerintah dalam penghematan energi termasuk mematikan air panas di pancuran dan air panas kamar mandi di gedung-gedung yang dikelola kota serta pusat rekreasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top