Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efektif PUB Obligasi V Leasing Astra Berakhir, Terserap Rp9,9 Triliun

Astra Sedaya Finance (ACC), leasing dalam konglomerasi Astra International (ASII) melaporkan obligasi PUB V telah kedaluwarsa pada 25 Agustus 2022.
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Astra Credit Companies (ACC) di Jakarta, Senin (1/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Astra Credit Companies (ACC) di Jakarta, Senin (1/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan dalam konglomerasi Astra International (ASII), PT Astra Sedaya Finance alias Astra Credit Companies (ACC) berencana menggelar penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi baru pada 2023, seiringkedaluwarsa obligasi PUB V.

Berdasarkan laman keterbukaan informasi ACC ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (29/8/2022), manajemen menyampaikan menghentikan PUB Obligasi V dengan target penggalangan dana senilai Rp10 triliun, seiring habisnya tanggal efektif pada 25 Agustus 2022.

"Penghentian PUB Obligasi V juga mempertimbangkan aspek ekonomis, dan kami akan merencanakan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan yang baru," tulis Direktur Astra Sedaya Finance Dharmawan Phie, dikutip Selasa (30/8/2022).

Dharmawan menjelaskan sejak surat pernyataan efektif PUB Obligasi V, pihaknya telah merealisasikan penerbitan obligasi dalam lima tahap senilai Rp9,9 triliun. Adapun, sisa target dana yang belum dihimpun hanya sebesar Rp100 miliar.

Secara terperinci, Obligasi V Tahap I terealisasi senilai Rp1,5 triliun pada 2020. Berlanjut tahap kedua Rp2,5 triliun pada awal 2021, dan tahap ketiga Rp2 triliun pada akhir 2021.

Pada awal tahun ini, tepatnya pada Maret 2022, realisasi Obligasi V Tahap IV memiliki nilai pokok menembus Rp3 triliun. Terakhir, penghabisan jatah penggalangan dana lewat Obligasi V Tahap V senilai Rp900 miliar terealisasi pada bulan ini, Agustus 2022.

EVP Corporate Communication & Strategic Management ACC Arifianto Soendoro menambahkan bahwa PUB obligasi terbaru nantinya akan dipersiapkan sebagai bekal penyaluran pembiayaan periode 2023.

Perusahaan pembiayaan yang menggenggam rating AAA(idn) alias Triple A dari lembaga pemeringkatan PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) ini pun membuka kemungkinan akan menggelar total target penggalangan dana serupa PUB Obligasi V.

"Untuk PUB baru nanti akan ada lagi tahun depan. Tahun ini, pendanaan telah cukup untuk menopang target penyaluran pembiayaan tahunan. Secara umum, prospek bisnis pembiayaan masih lebih oke ketimbang tahun lalu," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Selasa (30/8/2022).

Sebagai gambaran, kinerja penyaluran pembiayaan baru ACC sepanjang semester I/2022 telah mencapai Rp13,5 triliun. ACC sebelumnya mencoba membidik pertumbuhan 15-20 persen ketimbang capaian tahun lalu.

"Tapi sekarang kami memang lebih realistis menjalani semester II/2022 ini. Pertama, karena PPnBM [insentif pajak barang mewah] untuk mobil baru sudah mau habis. Kedua, kelangkaan stok pun masih ada. Terakhir, ada potensi permintaan pembiayaan menjadi lesu karena terdampak isu kenaikan harga BBM," tambahnya.

Sebagai perbandingan, penyaluran pembiayaan ACC mencapai Rp26,1 triliun sepanjang periode 2021. Kinerja ini lebih baik ketimbang era pandemi alias periode 2020 yang hanya senilai Rp19,6 triliun saja, bahkan telah melampaui periode normal sepanjang 2019 senilai Rp23,6 triliun.

Kontributor utama kinerja ACC berasal dari produk pembiayaan kendaraan roda empat baru. Namun, ACC juga mengakomodasi pembiayaan mobil bekas, kendaraan komersial, kebutuhan segmen fleet, serta pembiayaan multiguna, baik dengan skema pembiayaan konvensional maupun syariah.

Adapun, total aset ACC per Juni 2022 tercatat mencapai Rp33,91 triliun, tumbuh 3,9 persen (year-to-date/ytd) ketimbang tutup buku akhir tahun 2021 senilai Rp32,62 triliun. Jumlah liabilitas Rp25,8 triliun dan total ekuitas Rp8,1 triliun.

Sementara laba bersih dari perusahaan pembiayaan yang sebelumnya merupakan hasil penggabungan empat leasing milik Astra ini tercatat tumbuh 48,8 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp678 miliar per Juni 2022 dari sebelumnya Rp456 miliar per Juni 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper