Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Suku Bunga Acuan BI Naik, Emiten Leasing Lo Kheng Hong (CFIN) Siapkan Strategi Gandeng Fintech

PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) tengah mempersiapkan sejumlah inisiatif bisnis untuk menghadapi 2023 yang diyakini lebih menantang seiring resesi dunia.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 18 November 2022  |  18:45 WIB
Suku Bunga Acuan BI Naik, Emiten Leasing Lo Kheng Hong (CFIN) Siapkan Strategi Gandeng Fintech
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), emiten leasing yang sebagian sahamnya dimiliki oleh investor kawakan Lo Kheng Hong tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerjanya pada tahun depan. Strategi itu seiring antisipasi dalam menghadapi 2023 yang disebut melambat dan terus naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia.

Direktur Clipan Finance Indonesia Jahja Anwar menyampaikan perseroan telah menyiapkan sejumlah inisiatif bisnis, di antaranya melakukan penetrasi pasar atau dealer pareto, ekspansi bisnis baru, melakukan akuisisi bisnis baru dengan financial technology (fintech), memperbaiki brand perusahaan, optimalisasi omnichannle, dan melakukan sinergi dengan Panin Group.

“Inisiatif bisnis tersebut kami siapkan agar mampu bersaing dalam industri dan menjadi perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia,” ujar Jahja dalam webinar, Jumat (18/11/2022).

Terkait kerjasama dengan fintech, perseroan lebih banyak bekerja sama dengan digital mobile seller, seperti OLX. “Kontribusi kerjasama ini terhadap mobil bekas atau refinancing ini sudah mencapai 5-6 persen dari kami punya produksi,” ujar dia.

Kemudian, perseroan juga saat ini telah menjajaki pembiayaan kendaraan listrik namun kontribusinya masih sangat kecil, akan tetapi pada tahun mendatang tren kendaraan listrik ini diakui akan meningkat. Jahja menyampaikan bahwa untuk pembiayaan ini lebih banyak didominasi oleh merek Hyundai dan Wuling.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp75,88 miliar untuk periode 9 bulan pertama 2022 atau per 30 September. Pertumbuhan laba nya tipis, yakni sebesar 1,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya bernilai Rp74,55 miliar pada kuartal III/2021.

Perolehan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan perusahaan 1,6 persen yoy atau merangkak naik dari Rp1,07 triliun menjadi Rp1,09 triliun. Clipan Finance juga melapokan beban naik 0,7 persen yoy menjadi Rp998,22 miliar, dari sebelumnya bernilai Rp991,76 miliar.

Secara rinci, meningkatnya jumlah pendapatan perseroan disebabkan pada pendapatan sewa pembiayaan yang mampu tumbuh 57,3 persen yoy dari Rp9,94 miliar menjadi Rp15,64 miliar. Selain itu, perseroan juga memiliki pendapatan sewa-balik senilai Rp3,73 miliar. Sebagai gambaran, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan tidak memiliki pendapatan sewa-balik.

CFIN merupakan emiten leasing yang dikendalikan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) dengan kepemilikan 51,49 persen, selanjutnya saham CFIN digenggam oleh Fidelity (8,23 persen), Lo Kheng Hong (5,12 persen), dan masyarakat (35,16 persen) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing lo kheng hong clipan finance indonesia
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top