Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BMRI hingga BBCA Cuan Besar Sepanjang 2022, Siapa Paling Banyak Sedot Dana Masyarakat

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank jumbo seperti Mandiri (BMRI) hingga BCA (BBCA) sepanjang 2022 cukup bervariasi.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 07 Februari 2023  |  10:39 WIB
BMRI hingga BBCA Cuan Besar Sepanjang 2022, Siapa Paling Banyak Sedot Dana Masyarakat
Ilustrasi likuiditas bank. - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sejumlah bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) hingga PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tumbuh sepanjang 2022. 

Sebagaimana diketahui, dana pihak ketiga (DPK) menjadi komponen penting bagi perbankan untuk menjalankan fungsi intermediasi dan penyaluran kredit.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2022 Bank Mandiri tercatat membukukan pertumbuhan DPK mencapai 15,46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kemudian BBCA mencatat pertumbuhan DPK sebesar 6 persen secara yoy.

Kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI juga tercatat membukukan pertumbuhan himpunan dana pihak ketiga mencapai 5 persen yoy.

Kendati industri perbankan sempat mencatatkan pertumbuhan DPK yang cukup tinggi pada Desember 2022, Bank Indonesia meramal bahwa himpunan DPK pada triwulan I 2023 akan tumbuh melambat.

"Perlambatan pertumbuhan tersebut terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 31,3 persen, lebih rendah dibandingkan 82,1 persen pada triwulan sebelumnya," jelas Bank Indonesia dalam laporannya dikutip Selasa (7/2/2023).

Pertumbuhan DPK yang melambat tersebut diperkirakan terjadi pada jenis instrumen giro dan tabungan. Sementara deposito diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan Desember 2022.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bank mandiri bni perbankan dpk suku bunga acuan
Editor : Muhammad Khadafi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top