Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geliat UMKM Lokal Rambah Pasar Luar Negeri Lewat Dorongan Program Perbankan

UMKM asal Semarang yang memproduksi beragam produk sukses merambah pasar luar negeri atau ekspor.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) bersama Direktur Retail Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Putrama Wahju Setyawan (kedua kiri) dan Division Head Consumer Segment Division Sri Indira (kiri) berbincang dengan pemilik UMKM Rorokenes Syahnaz Nadya Winarto (kedua dari kanan) saat berlangsungnya acara BNI UMKM Festival di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/8/2023). JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) bersama Direktur Retail Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Putrama Wahju Setyawan (kedua kiri) dan Division Head Consumer Segment Division Sri Indira (kiri) berbincang dengan pemilik UMKM Rorokenes Syahnaz Nadya Winarto (kedua dari kanan) saat berlangsungnya acara BNI UMKM Festival di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/8/2023). JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, SEMARANG - Sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal bergeliat masuk pasar global melalui berbagai cara, termasuk memanfaatkan program perbankan. 

UMKM yang memproduksi beragam tas asal Semarang, Rorokenes misalnya kini telah mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Hongkong, hingga Taiwan. Usaha yang didirikan sejak 2015 oleh Syahnaz Nadya Winartou itu kian berkembang.

Tas yang dibanderol mulai dari Rp800.000 hingga Rp3 jutaan itu laris di pasar global. Sudah 30 persen produk terserap oleh ekspor. Pemasaran ia lakukan mayoritas dengan kanal online.

Syahnaz bercerita langkah ekspor yang ia lakukan tak lepas dari peran perbankan.

"Ada dukungan BNI Xpora. Saya memanfaatkan program itu. Ada banyak kegiatan pengembangan," katanya dalam dalam acara BNI UMKM Festival pada Selasa (8/8/2023) di Semarang.

Ia pun mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk menunjang kebutuhan bisnis di tengah tingginya permintaan produk.

Produk Rorokenes pun turut disertakan sebagai official merchandise event internasional G20.

"Tahun ini juga ikut KTT Asean," ujar Syahnaz.

UMKM yang memproduksi aksesoris bermotif batik, Wien's Hand Creation & Nature juga telah meraup konsumen luar negeri.

"Permintaan datang dari Belanda, Italia, Spanyol," kata pemiliknya Wien K Adriaan.

Wien's Hand Creation & Nature berdiri sejak 2004, berawal dari mulai naiknya nama batik di Indonesia.

"Semua orang berlomba-lomba bikin batik dengan medium baju. Saya tergerak bikin aksesori dari batik," ujarnya.

Dia mengatakan beragam produk aksesoris dari batik laris manis diburu konsumen, tidak hanya dalam negeri, tapi luar negeri tak lepas dari dukungan program perbankan.

"Dapat pembiayaan KUR dan pendampingan. Kemudian ikut beragam pameran," tutur Wien.

Direktur Retail Banking Bank Negara Indonesia Putrama Wahju Setyawan mengatakan perbankan memang mesti berperan dalam mendorong UMKM naik kelas dan go global.

BNI sebagai bank BUMN yang berkomitmen mendorong UMKM naik kelas dan go global pun telah menjalankan sejumlah upaya bagi UMKM.  

Diantara upaya BNI adalah dengan menggelar program BNI UMKM Festival.

Melalui program tersebut, UMKM bisa mendapatkan insight dan pelatihan untuk meningkatkan skill sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnis.

Rorokenes serta Wien's Hand Creation & Nature merupakan dua di antara UMKM yang terlibat di acara BNI UMKM Festival yang digelar pada Selasa (8/8/2023) di Semarang.

Selain kedua UMKM itu, ada juga UMKM lainnya yakni Dyah Kuncoro Handmade, Andjani, dan Zie Batik.

BNI juga memiliki program BNI Xpora. Program tersebut merupakan solusi digital yang dikembangkan oleh BNI dan ditujukan untuk pelaku UKM yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis. 

Program ini menawarkan beragam layanan digital yang bisa digunakan oleh pelaku UKM dari berbagai tingkatan, mulai dari yang masih merintis hingga yang siap memperluas pasar.

"BNI menggabungkan ekosistem diaspora dengan UMKM binaan di dalam negeri untuk dapat lebih cepat merespons potensi pertumbuhan di luar negeri," kata Putrama.

Dengan jaringan yang sampai di 7 negara, BNI secara proaktif menyelenggarakan berbagai business matching agar UMKM bisa memiliki pengetahuan sekaligus informasi lengkap terkait kesempatan ekspor.

Saat ini, ekosistem ekspor dan diaspora yang telah dibiayai oleh BNI mencapai Rp28,77 triliun kepada lebih dari 27,33 ribu debitur.

Terdapat lebih dari 40 kegiatan pendampingan dan lebih dari 100 kegiatan business matching.

"Tidak hanya melalui Xpora, BNI memiliki layanan mobile banking untuk mempermudah nasabah, termasuk pelaku UKM yang memiliki perputaran transaksi cepat, dalam bertransaksi keuangan," kata Putrama.

Kepada sektor UMKM, BNI pun terus menggenjot penyaluran kreditnya serta peningkatan kapasitas usaha. 

Saat ini, total portofolio kepada UMKM sebanyak Rp117,9 triliun yang dinikmati oleh lebih dari 449 ribu debitur. 

BNI juga aktif sebagai salah satu bank penyalur KUR dengan total penyaluran hingga saat ini sebesar Rp154 triliun kepada lebih dari 1,4 juta debitur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper