Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Empat Penyakit Ini Paling Banyak Dialami Masyarakat, Ini Tawaran AXA Mandiri

AXA Mandiri terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendampingi keluarga Indonesia meningkatkan gaya hidup sehat
Direktur AXA Mandiri, Joshua Rudi Nugraha temui awak media jelang talkshow seputar Kesehatan dan Literasi Keuangan untuk UMKM dan Nasabah di Medan, Jumat (06/10/2023).
Direktur AXA Mandiri, Joshua Rudi Nugraha temui awak media jelang talkshow seputar Kesehatan dan Literasi Keuangan untuk UMKM dan Nasabah di Medan, Jumat (06/10/2023).

Bisnis.com, MEDAN – Sedia Payung Sebelum Hujan. Pepatah inilah yang digenggam PT. AXA Mandiri Financial Services atau yang lebih dikenal sebagai AXA Mandiri dalam mengedukasi dan membangun literasi masyarakat tentang perlindungan kesehatan dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Setelah Padang dan Surabaya, AXA Mandiri menggelar talkshow seputar kesehatan dan literasi keuangan untuk UMKM dan Nasabah di Kota Medan, Jumat (6/10/2023) sore.

"AXA Mandiri terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendampingi keluarga Indonesia meningkatkan gaya hidup sehat, juga mengantisipasi risiko hidup melalui solusi perlindungan,” tutur Direktur AXA Mandiri, Joshua Rudi Nugraha.

Dikatakan Joshua, perlindungan kesehatan merupakan kebutuhan mutlak setiap individu. Menurutnya, setiap orang perlu menyisihkan pendapatan untuk tabungan biaya kesehatan.

Dia mengungkapkan laporan yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berjudul Tracking Universal Health Coverage di mana hampir 100 juta orang di dunia bangkrut setiap tahunnya lantaran pengeluaran untuk kesehatan.

Sedangkan sekitar 122 juta orang di dunia harus hidup dengan rata-rata US$3,1 per hari karena harus menyisihkan uang lebih untuk keperluan kesehatan.

“Setiap dari kita minimal menghadapi 3 risiko yang pasti terjadi dalam hidup. Risiko pertama itu meninggal. Kedua, sakit, baik ringan maupun sedang. Terakhir, menua. Kesemuanya membutuhkan biaya yang sering kali tidak sedikit,” terang Rudi.

Pada tahun 2022, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merilis daftar penyakit yang memakan biaya klaim paling besar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Terdapat 8 penyakit yang mengklaim dana BPJS Kesehatan hingga Rp24,06 T pada tahun 2022 dengan total 23,27 juta kasus.

Empat teratas dengan klaim terbesar secara berurutan yakni penyakit jantung (total klaim Rp12,1 triliun dengan 15,5 juta kasus), kanker (total klaim Rp4,5 triliun dengan 3,1 juta kasus), stroke (total klaim Rp3,2 triliun dengan 2,5 juta kasus), serta gagal ginjal (total klaim Rp2,2 triliun dengan 1,3 juta kasus).

“Kehadiran kami di Medan ini wujud komitmen untuk hadir melindungi seluruh nasabah di Indonesia. Komitmen ini akan terus AXA Mandiri jalankan tanpa henti sebagai wujud semangat masa depan seharusnya tidak berisiko,” sambung Rudi.

Rudi juga menyebut pihaknya rutin menggiatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat termasuk kepada 60 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Tbk.

Dalam talkshow yang digelar di gedung Menara Mandiri Medan tersebut, AXA Mandiri mengenalkan Asuransi Mandiri Secure CritiCare (MSCC) serta Mandiri Flexi Proteksi (MFP) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masyarakat.

MSCC sendiri, dikatakan Rudi, akan menyediakan manfaat perlindungan penyakit kritis seperti yang paling banyak diklaim peserta BPJS Kesehatan, yaitu kanker, stroke, dan gagal ginjal, mulai dari stadium awal hingga akhir.

Sedangkan Asuransi MFP dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan lebih menyeluruh.

“Tidak ada yang terlepas dari risiko sakit, tua, kecelakaan, atau meninggal. Jangan lupa, begitu kita sakit dan tidak bisa bekerja, kita tidak bisa menghasilkan uang. Jadi, istilahnya itu sedia payung sebelum hujanlah” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2022, AXA Mandiri telah membayarkan klaim dan manfaat asuransi senilai hampir Rp12 triliun. Jumlah tersebut meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp9,05 triliun.

Nasabah AXA Mandiri di Regional I (Aceh, Pekanbaru, Batam, Dumai hingga Sumatera Utara) pada tahun 2022 pun meningkat 6% dari tahun sebelumnya, yakni kini ada 8.500 lebih nasabah. (K68)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper