Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Acuan Bagi Hasil Bank Syariah Akan Dikeluarkan

JAKARTA: Bank Indonesia sedang melakukan kajian indeks tingkat imbal hasil pada 10 sektor ekonomi di Indonesia. Indeks tingkat imbal hasil tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi perbankan syariah untuk menentukan bagi hasil pembiayaan.Mulya Siregar,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  18:35 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia sedang melakukan kajian indeks tingkat imbal hasil pada 10 sektor ekonomi di Indonesia. Indeks tingkat imbal hasil tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi perbankan syariah untuk menentukan bagi hasil pembiayaan.Mulya Siregar, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), mengatakan indeks tingkat imbal hasil (index return rate) merupakan kajian multiyears yang telah berjalan dua tahun dan segera memasuki tahun ketiga.“Tahun lalu kami telah menyelesaikan dua sektor yakni pertambangan dan pertanian. Masih ada 8 sektor yang diharapkan akan selesai dalam dua tahun lagi,” ujarnya hari ini.Dia menjelaskan lamanya proses kajian karena hasil dari survei lapangan masih akan diproses secara komputerisasi. Setelah selesai, indeks tersebut akan dijadikan acuan perbankan syariah untuk menentukan tingkat bagi hasil dari pembiayaan dengan akad mudharabah dan musyarakah.“Selama ini perbankan syariah buta akan perhitungan bagi hasil karena belum ada indeks return masing-masing sektor ekonomi. Mereka selama ini menghitung bagi hasil dari tingkat bunga yang ada di pasar,” jelasnya.Selain itu, indeks tingkat imbal hasil tersebut juga akan bermanfaat bagi masyarakat ketika melakukan negosiasi pembiayaan dengan perbankan syariah. “Setelah ada acuan maka persaingan antara bank terletak pada efisiensi,” ujarnya.Bagi bank syariah yang efisien, diharapkan akan memberikan bagi hasil yang lebih besar kepada nasabah. Begitupula sebaliknya. “Dengan indeks return diharapkan porsi pembiayaan mudharabah dan musyarakah akan meningkat dibandingkan dengan murabahah,” ujarnya.Data bank sentral mengungkapkan porsi pembiayaan murabahah (akad jual beli) yang terkenal dengan tingkat margin tetap, masih mendominasi portofolio pembiayaan industri. Murabahah memiliki porsi 54,06% atau sekitar Rp51,36 triliun dari total portofolio yang sebesar Rp95 triliun.Adapun pembiayaan dengan sistem bagi hasil, yakni mudharabah dan musyarakah baru memegang porsi 29,31% atau sekitar Rp27,84 triliun. Sisanya merupakan pembiayaan dengan akad Istishna, qardh, dan ijarah.Rizqullah, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), mengatakan selama ini bank syariah memiliki tolak ukur yang berbeda dalam menentukan tingkat imbal hasil sektor ekonomi. “Tolak ukurnya lain-lain sesuai dengan profil risiko dari masing-masing bank,” ujarnya.Untuk itu, lanjutnya, indeks return sektor ekonomi tersebut akan memperkaya bank syariah untuk menentukan tingkat bagi hasil pembiayaan. “Kalau ada indeks jelas akan lebih baik bagi bank syariah,” ujarnya. (20/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top