KINERJA BANK: Triwulan I kredit Bank Mandiri meningkat 29%

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk memulai tahun ini dengan pertumbuhan bisnis yang progresif dan berhasil meningkatkan kredit sebesar 29% pada triwulan I dibandingkan dengan setahun sebelumnya.“Kredit kami pada triwulan I tumbuh 29% secara year on year.
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 16 April 2012  |  16:55 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk memulai tahun ini dengan pertumbuhan bisnis yang progresif dan berhasil meningkatkan kredit sebesar 29% pada triwulan I dibandingkan dengan setahun sebelumnya.“Kredit kami pada triwulan I tumbuh 29% secara year on year. Pada waktunya nanti akan kami keluarkan angka final,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, hari ini Senin 16 April 2012.Dengan pertumbuhan tersebut maka bank terbesar di Indonesia dari sisi aset ini dipastikan berhasil meningkatkan portofolio kredit secara konsolidasi hingga menembus Rp324,82 triliun pada Maret 2012 dibandingkan dengan Maret 2011 yang tercatat Rp251,8 triliunNamun Zulkifli belum mau mengungkapkan lebih rinci tentang pertumbuhan kredit tersebut. Dia juga tidak mau mengungkapkan faktor pertumbuhan kredit yang melebih ekspansi pada tahun lalu tersebut.“Pada saatnya akan kami sampaikan beberapa peningkatan rasio keuangan serta penurunan NPL [non perfoming loan/rasio kredit bermasalah].”Pada akhir 2011, entitas yang berasal dari merger empat bank ini berhasil meningkatkan kredit sebesar sebesar 27,7% menjadi Rp314,4 triliun dari sebelumnya Rp246,2 triliun.Pertumbuhan kredit merupakan salah satu pendorong kenaikan laba bersih Bank Mandiri sebesar 32,8%, menjadi Rp12,25 triliun pada akhir 2011 dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp9,2 triliun.Pada kesempatan yang berbeda Direktur Utama Bank Tabungan Negara Iqbal Latanro belum mau mengungkapkan secara tegas kinerja penyaluran kredit sampai akhir triwulan I.Meski demikian, dia menyampaikan ekspansi kredit triwulan I sama dengan akhir 2011 yang tercatat  meningkat 23,31%  menjadi Rp63,6 triliun, dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp51,5 triliun. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top