LABA BSM melonjak 31,67% jadi Rp551,07 miliar

JAKARTA: PT Bank Syariah Mandiri, bank syariah terbesar di Indonesia, meraup laba bersih Rp551,07 miliar pada akhir 2011, meningkat 31,67% dibandingkan dengan 2010 yang tercatat Rp418,52 miliar.
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 18 April 2012  |  13:41 WIB

JAKARTA: PT Bank Syariah Mandiri, bank syariah terbesar di Indonesia, meraup laba bersih Rp551,07 miliar pada akhir 2011, meningkat 31,67% dibandingkan dengan 2010 yang tercatat Rp418,52 miliar.

 
Yuslam Fauzi, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), mengatakan penyumbang terbesar kenaikan laba bersih adalah pendapatan margin dan bagi hasil yang mencapai Rp3,77 triliun, naik 36,59% dibandingkan dengan 2010.
 
“Kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil seiring dengan pertumbuhan pembiayaan yang tumbuh secara signifikan sebesar 53,26% menjadi Rp36,72 triliun dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp23,96 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers kinerja 2011, hari ini, Rabu 18 April 2012.
 
Hanawijaya, Direktur BSM, menjelaskan mayoritas pembiayaan itu disalurkan untuk nasabah non korporasi yang memiliki porsi 72,9% dari total portofolio dan sisanya merupakan korporasi.
 
“Porsi nasabah non korporasi atau UMKM [usaha mikro, kecil, dan menengah] kami bertambah dibandingkan dengan 2010 yang tercatat sekitar 66,62%,” jelasnya.
 
Selain pembiayaan, sebagian dana juga ditempatkan pada surat berharga yang mencapai Rp7,04 triliun, naik 25% dari sebelumnya Rp5,59 triliun.
 
Peningkatan laba bersih juga didorong oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang tumbuh 90,94% menjadi Rp1,08 triliun dari sebelumnya Rp567 miliar.
 
Direktur BSM Zainal Fanani menjelaskan kenaikan fee based income itu ditopang oleh bisnis gadai emas, dana haji serta pendapatan adminitrasi dan electronic channel. “Yang dominan pada bisnis gadai emas,” jelasnya.
 
Peningkatan pembiayaan juga sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola perseroan. DPK yang dikelola BSM pada akhir 2011 mencapai Rp42,62 triliun, tumbuh 46,96% dibandingkan dengan akhir 2010 Rp29 triliun.
 
Kinerja tersebut mendorong peningkatan total aset menjadi Rp48,67 triliun, meningkat 49,84% dari akhir 2010, yaitu Rp32,48 triliun. (spr)
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top