KUALITAS KREDIT di Jateng membaik

 
Nurul Hidayat
Nurul Hidayat - Bisnis.com 24 April 2012  |  19:31 WIB

 

SEMARANG: Kualitas kredit perbankan di Jawa Tengah pada awal tahun ini semakin membaik karena lebih banyak tersalur ke sektor produktif untuk mengoptimalkan kapasitas usaha yang sudah ada. 
 
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jateng dan DIY Bidang Ekonomi Moneter Dewi Setyowati mengatakan hingga posisi Februari 2012 penyaluran kredit modal kerja mendominasi dengan porsi 53,46% senilai Rp79,77 triliun. 
 
“Kredit konsumen mencakup 34,85% atau Rp51,99 triliun dan kredit investasi mencakup 11,69% atau Rp17,44 triliun,” ujarnya hari ini. 
 
Angka itu membaik dibanding akhir tahun lalu dengan komposisi kredit modal kerja 54,9% (Rp72,18 triliun), konsumsi 34,7% (Rp 45,68 triliun), investasi 10,4% (Rp13,55 triliun).
 
Ekonom Universitas Diponegoro Prof. FX Sugiyanto mengemukakan dominasi kredit modal kerja tersebut merupakan indikasi yang positif bagi dunia usaha karena dapat meningkatkan omset usaha (turnover). 
 
“Kapasitas produksi yang ada selama ini belum digunakan dengan optimal dan kredit modal kerja itu digunakan untuk memenuhi kenaikan permintaan,” jelasnya siang ini. 
 
Menurut dia, kondisi tersebut, akan menjadi pendorong perekonomian Jawa Tengah ke depan, terutama ditopang oleh adanya peningkatan peningkatan jam kerja, proses produksi, jumlah produk atau output, yang akhirnya mendorong laba. 
 
Bank Indonesia juga mencatat dari 18 lapangan usaha yang ada di Jateng, sektor ter banyak menerima kredit adalah perdagangan, hotel dan restoran dengan porsi 24,46% atau senilai Rp36,49 triliun. 
 
Lapangan usaha lain yang menerima porsi kredit besar adalah sektor jasa (21%) dan pengolahan (10,77%). Porsi terkecil diterima oleh sektor listrik (0,10%). Sementara itu, sektor pertanian mencatatkan jumlah kredit negatif. 
 
Sugiyanto menilai pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran di Jateng akan berpengaruh besar kepada manufaktur. “Hotel akan banyak menyerap produk dari manufaktur,” ujarnya. 
 
Dia menjelaskan bank pada umumnya mendorong pengembangan untuk kapasitas produksi demi memenuhi permintaan pasar. Namun, dunia usaha belum perlu investasi untuk ekspansi yang memperluas pasar, lanjutnya. 
 
Laporan perbankan Jawa Tengah selama Februari 2012 yang dirilis kemarin secara umum menunjukkan tren pertumbuhan positif yang terlihat dari sisi aset, dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top