Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI SYARIAH Makassar bukukan pertumbuhan DPK 34,65%

MAKASSAR: BNI Syariah Makassar mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 34,65% atau menjadi Rp303 miliar pada Maret 2012, dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp198 miliar.Kepala Cabang BNI Syariah Makassar Anang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  17:49 WIB

MAKASSAR: BNI Syariah Makassar mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 34,65% atau menjadi Rp303 miliar pada Maret 2012, dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp198 miliar.Kepala Cabang BNI Syariah Makassar Anang Hery Anshory mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh produk-produk unggulan syariah yang dimiliki perusahaannya.

”Selain itu dukungan terbesar juga dari sisi teknologi yang terakses dengan ditur layanan BNI konvensional,” ujar Anang, Kamis 10 Mei 2012.Menurutnya, semua fasilitas atau fitur yang disediakan oleh BNI konvensional dan bisa diakses nasabah produk syariah tersebut memudahkan nasabah untuk melakukan setiap transaksi, terutama dalam lingkup jaringan layanan yang cukup luas. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan produk Tabunganku yang dikembangkan untuk layanan online menyusul pemberian kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang memungkinkan nasabah menikmati fasilitas e-banking yang disediakan.Anang menyebutkan, dari sisi penyaluran kredit juga terjadi pertumbuhan 19,35% atau menjadi Rp186 miliar pada Maret 2012, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp150 miliar.Dari total DPK yang berhasil dihimpun serta dana yang tersalurkan, angka financing to deposit ratio (FDR) atau rasio antara dana yang terhimpun dan kredit yang disalurkan perusahaannya per Maret 2012 mencapai 62%. Sedangkan non performing financing atau tingkat kredit bermasalah berada diangka 3,6%, atau masih dibawah target Bank Indonesia yang mencapai 5%.Dari total penyaluran kredit itu katanya, 70% diserap untuk kredit konsumtif yaitu griya atau perumahan dan otomotif, selebihnya untuk kredit produktif di sektor perdagangan, jasa, dan lain-lain.Dari 70% penyerapan kredit konsumtif tersebut menurutnya, 90% disalurkan untuk kredit griya, dan hanya 10% untuk otomotif. Sementara kredit produktif sendiri, selain menyalurkan langsung ke beberapa sektor, pihaknya juga menyalurkan kredit melalui linked program dengan beberapa koperasi yang ada, terutama untuk penyaluran kredit ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.Dia juga menuturkan, khusus penyaluran kredit produktif, tahun ini pihaknya berencana melakukan penyaluran kredit untuk modal kerja ke travel-travel haji khususnya yang ada di Makassar, yang dinilai cukup potensial. Pihaknya sudah mencatat, ada sekitar 25 hingga 30 travel haji di Makassar, yang akan dijadikan target penyaluran kredit modal kerja tersebut.Dia berharap rencana tersebut bisa memicu pertumbuhan kredit yang lebih tinggi lagi, khususnya untuk kredit produktif di wilayah kerjanya, yang meliputi seluruh daerah di Sulawesi Selatan. (K46)

 

 

JANGAN LEWATKAN

>>IHSG Turun 52,01 Poin

>>Buyback Antam longsor Rp11.000/gram

>>Bakrie Upsize Ownership In Bumi Resources

10 Artikel Pilihan Bisnis.com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top