Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuisisi Sarana Karya oleh Wika Terganjal Aturan

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan dapat merealisasikan rencana akuisisi PT Sarana Karya (Persero) pada akhir tahun ini sebagai langkah pengembangan bisnis perseroan tahun depan.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 20 September 2013  |  08:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan dapat merealisasikan rencana akuisisi PT Sarana Karya (Persero) pada akhir tahun ini sebagai langkah pengembangan bisnis perseroan tahun depan.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya (Wika) Natal Argawan Pardede menuturkan eksekusi rencana perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan aspal alam itu hanya tinggal menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang dijadwalkan bisa terealisasi dalam waktu dekat ini.

“Kami berharap proses akuisisi bisa secepat mungkin. Nilai akuisisi belum bisa diinformasikan karena masih menunggu valuasi,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (19/9/2013).

Meskipun demikian, sejak awal tahun ini perseroan menyiapkan dana senilai Rp213,6 miliar yang dialokasikan dari rencana belanja modal (capital expenditure/capex) 2013.

Selain untuk akuisisi, dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan satu pabrik pengolahan aspal seluas 30 hektare sebagai tindak lanjut dari akuisisi Sarana Karya yang memiliki konsesi aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

“Sarana Karya memiliki konsesi di daerah tersebut, Wika sudah membeli lahan 30 hektare di dekat daerah sana, Lawele, untuk bangun pabrik. Tahun ini mulai bangun pabrik dengan kapasitas 50.000 metrik ton,” tambahnya.

Menurut rencana, pabrik aspal alam itu dibangun 1 tahun dan diharapkan bisa berproduksi 2015 mendatang. Harapannya nanti, perseroan akan memproduksi hingga 300.000 metrik ton aspal blended dengan mendirikan enam pabrik pengolahan aspal di dekat Pulau Buton.

Wika menganggarkan dana belanja modal senilai Rp1,78 triliun pada 2013. Dana belanja modal itu akan digunakan untuk pengembangan usaha senilai Rp898 miliar, akuisisi dan penyertaan modal Rp213,6 miliar dan investasi aset tetap senilai Rp192, 9 miliar. Belanja modal untuk anak usaha senilai Rp475,5 miliar pada 2013.

Berdasarkan catatan Bisnis, Wika siap mengambil alih 5.000 saham Sarana Karya yang dimiliki pemerintah. Wika bertindak mewakili 100% saham pemerintah dari keseluruhan modal saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam perseroan.

Sebelumnya, Wika memproyeksikan akuisisi Sarana Karya dapat rampung kuartal I tahun ini, namun ternyata tertunda karena menunggu PP sebagai payung hukum aksi korporasi BUMN itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya sarana karya akusisi bumn
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top